Ancaman Super El Nino Makin Nyata, Kekeringan Parah dan Banjir Bandang Mengintai!

viva.co.id
59 menit lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Ancaman cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino mendorong Bolivia menetapkan status darurat nasional. Pemerintah negara di Amerika Selatan tersebut bersiap menghadapi risiko kekeringan berkepanjangan, banjir, hingga tanah longsor seiring menguatnya fenomena iklim yang diperkirakan mencapai puncak pada akhir 2026.

Presiden Bolivia Rodrigo Paz menetapkan status darurat nasional untuk memobilisasi sumber daya dan memperkuat penanganan bencana. Keputusan tersebut juga memungkinkan pemerintah mengerahkan tim penyelamat tambahan serta meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, militer, serta kepolisian.

Baca Juga :
BMKG: Awal Musim Hujan di RI Mundur 30 Hari Imbas El Nino, Durasi Lebih Pendek
El Nino Makin Ganas! Suhu Samudra Pasifik Tembus 30 Derajat Celsius

Paz memperingatkan dampak El Nino kali ini berpotensi sangat serius, terutama terhadap kondisi kekeringan dan banjir di berbagai wilayah. "Ini akan menjadi fenomena yang akan menimbulkan dampak sangat parah dalam hal kekeringan dan banjir, dan kita membutuhkan kerja sama dari seluruh lembaga," kata Paz, dikutip dari DW, Minggu (1/11/2026).

Menurut laporan pemerintah Bolivia, kekeringan telah berdampak terhadap sedikitnya 78.000 keluarga yang tersebar di tujuh dari sembilan departemen atau wilayah administratif negara tersebut. Dampak kekeringan juga telah menyebabkan kematian lebih dari 75.000 ekor sapi. Kondisi ini mengancam mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor peternakan dan pertanian.

Selain kekeringan, otoritas Bolivia memperingatkan potensi banjir, banjir bandang, serta tanah longsor ketika musim hujan mulai berlangsung. Pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana tersebut.

El Nino Menguat, Dampaknya Meluas ke Berbagai Negara

El Nino yang berlangsung saat ini mulai berkembang pada Juni 2026 dan menguat dengan cepat. Fenomena tersebut diperkirakan berpotensi menjadi salah satu El Nino dengan intensitas sangat kuat, yang terkadang disebut sebagai super El Nino.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggambarkan perkembangan El Nino saat ini sebagai fenomena yang "melampaui batas perkiraan". Puncak fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada Desember 2026, meskipun dampaknya dapat berlangsung selama beberapa tahun.

PBB juga mendesak negara-negara di kawasan Pasifik untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan dampak terburuk. Sejumlah peneliti memperkirakan suhu ekstrem yang berkaitan dengan El Nino kali ini berpotensi menyebabkan sekitar 451.000 kematian tambahan di seluruh dunia pada periode Juni 2026 hingga Februari 2027.

Baca Juga :
Kabut Asap Karhutla RI Kepung Singapura, Warga Sulap Mal Jadi Lintasan Lari
El Nino Sebabkan Musim Hujan Diprakirakan Mundur, BNPB Siapkan Langkah Mitigasi
El Nino 2026 Bisa Jadi yang Terkuat dalam Sejarah, WMO Soroti Lonjakan Suhu Laut Pasifik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ray Rangkuti usai Putusan MA Batalkan Suket: Apalagi yang Membuat Gibran Enggak Mau Mundur?
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
KRL Dilempari Batu Saat Melintas di Tanjung Priok, Dua Kaca Pecah
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
USBR Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi AI
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polres Maros Gencarkan Operasi Cipta Kondisi Jaga Keamanan Daerah
• 11 jam lalueranasional.com
thumb
Petaka Tanah Gerak di Bogor Bikin Rumah hingga Musala Rusak
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.