Sebanyak 19 perenang dari berbagai latar belakang menyeberangi Selat Madura dari Kamal, Madura hingga Dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya, Minggu (1/11/2026).
Aksi bertajuk Xtreme Impact itu bukan untuk kompetisi, tapi merupakan misi solidaritas untuk membantu masyarakat pesisir Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang terus berjuang menghadapi abrasi dan banjir rob.
Masnuah, perwakilan pendamping masyarakat pesisir Demak mengatakan, saat ini jumlah keluarga yang masih bertahan di wilayah tersebut tersisa sekitar 90 kepala keluarga (KK), turun dari sebelumnya sekitar 170 KK pada 2020.
“Mereka terus bertahan dengan banyak tantangan dan hambatan, berjuang dengan rasa yang sehormat-hormatnya, dengan gotong royong, swadaya, bagaimana mereka tetap berharap. Mereka masih tetap bisa hidup di tanah leluhurnya, masih bisa ziarah di makam leluhurnya, masih bisa mewariskan kehidupan untuk anak cucunya kelak,” katanya.
Ia mengatakan, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal, tetapi juga akses terhadap kebutuhan dasar dan keberlanjutan ekonomi.
Lewat aksi tersebut, pihaknya menargetkan pengumpulan donasi hingga Rp1 miliar untuk mendukung penyediaan fasilitas air bersih, pembangunan rumah aman sebagai tempat berkumpul dan berlindung sementara bagi warga, serta pengembangan rumah produksi dan pemasaran Omah Iwak untuk memperkuat ekonomi kelompok perempuan pesisir.
Arto Biantoro penggagas aksi renang Selat Madura mengatakan, kegiatan tersebut berawal dari gagasan sederhana untuk tidak sekadar mengeluhkan persoalan sosial, tetapi mengambil langkah untuk saling membantu.
“Daripada kita mengeluh dan komplain terhadap banyak hal, kami memutuskan untuk melakukan sesuatu, menjadi sebuah suara bagi sebuah desa kecil di pesisir utara Jawa,” ucapnya.
Aksi tersebut, kata dia, dipersiapkan melalui latihan intensif selama kurang lebih dua bulan. Para peserta menjalani latihan di kolam renang dan laut terbuka, termasuk latihan bersama TNI Angkatan Laut di Pondok Dayung, Jakarta Utara.
Menurutnya, dukungan berbagai komunitas, sekolah, dan jaringan alumni menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan kegiatan tersebut.
“Kami percaya bahwa negara ini akan kuat apabila kita bisa bersama-sama, berkolaborasi dan mencintai negeri ini sepenuh hati,” katanya.
Richard Robot perwakilan penyelenggara menambahkan bahwa kolaborasi tersebut tidak hanya berhenti pada kegiatan renang Selat Madura, tetapi ke depan akan ada aksi sosial lainnya.
“Ini menjadi jembatan solidaritas untuk membantu masyarakat pesisir mempertahankan kehidupan dan masa depan generasi berikutnya,” ucapnya.
Aksi tersebut mendapat dukungan TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada II, dengan keterlibatan tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) sebanyak 19 orang dalam mendukung aspek keselamatan dan kelancaran kegiatan.
Laksda TNI I G.P Alit Jaya Panglima Komando Armada II menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peserta serta berharap kerja sama serupa dapat berlanjut.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara extreme impact 2026, alumni Kolese Kanisius Jakarta, dengan TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada II yang didukung tim Kopaska. Berkat kerja sama dan dukungan seluruh pihak, kegiatan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan sukses,” ujarnya.
Seperti diketahui, dalam aksi tersebut, donasi untuk membantu masyarakat pesisir, termasuk perempuan dan nelayan, juga dapat disalurkan lewat daring. (ris/saf/ham)




