Komdigi Target Kecepatan Internet 100 Mbps Seharga Rp 140 Ribu per Bulan

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membidik layanan internet tetap (fixed broadband) berkecepatan 100 Mbps dengan biaya sekitar Rp 140 ribu per bulan. Pemerintah menargetkan tarif internet rumah tangga ini di bawah Rp 200 ribu.

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mengatakan, perluasan jaringan fiber optik hingga rumah tangga menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menekan biaya layanan internet bagi masyarakat.

Menurut Nezar, perluasan jaringan diperlukan agar internet berkecepatan tinggi tidak hanya tersedia di kawasan bisnis atau perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau rumah tangga dan digunakan bersama oleh seluruh anggota keluarga.

“Internet bisa ditekan biayanya menjadi lebih murah dengan cara memperluas fixed broadband. Kita perlu memperluas jaringan fiber optik agar bisa masuk ke rumah tangga sehingga koneksinya bisa digunakan bersama oleh keluarga,” ujar Nezar dikutip dari keterangan pers, Minggu (1/11).

Nezar menjelaskan pemerintah membidik layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan biaya sekitar Rp 140 ribu atau di bawah Rp 200 ribu.

“Dengan kecepatan 100 Mbps, masyarakat bisa membayar sekitar Rp 140 ribu atau di bawah Rp 200 ribu. Ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Nezar, satu koneksi internet rumah tangga dapat dimanfaatkan oleh seluruh anggota keluarga untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Dengan demikian, perluasan jaringan fixed broadband diharapkan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Ketersediaan internet berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau juga dinilai penting untuk mendukung berbagai aktivitas digital, mulai dari pendidikan, pekerjaan, pengembangan usaha, hingga akses terhadap layanan publik.

Selain memperluas jaringan fiber optik hingga rumah tangga, pemerintah menargetkan peningkatan adopsi teknologi 5G dalam tiga hingga lima tahun mendatang.

Nezar mengatakan penguatan infrastruktur konektivitas menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi digital.

“Penguatan infrastruktur menjadi yang pertama dan paling penting. Kita akan meningkatkan adopsi teknologi 5G yang saat ini masih di bawah 10%, dengan target mendekati 30% hingga 40% dalam tiga sampai lima tahun ke depan,” ujar Nezar.

Peningkatan adopsi 5G itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas seluler nasional, seiring dengan perluasan akses internet tetap melalui jaringan fiber optik.

Melalui kedua langkah itu, Komdigi berupaya memperluas akses terhadap infrastruktur digital agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati konektivitas yang berkualitas dan terjangkau.

Pemerintah berharap perluasan jaringan fiber optik dan peningkatan kualitas konektivitas seluler dapat memperkuat partisipasi keluarga Indonesia dalam ekonomi digital.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Calls for Fair Energy Transition and Resilient Global Supply Chains
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Teatrikal Kisah Pemain Persebaya Era 1930-an Buka Parade Surabaya Juang 2026
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Produksi soda ash Petrokimia Gresik dapat gantikan 29 persen impor
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Revisi UU LLAJ, DPR Soroti Jaminan Keselamatan Transportasi
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Segera Bentuk TGPF soal Polisi Menggeledah Ponpes di Sukoharjo
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.