Gus Ipul Apresiasi Ribuan Agen Perlinsos Banyumas, Capaian di Atas Rata-rata Nasional

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi ribuan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang telah membantu masyarakat melakukan registrasi ulang dan pemutakhiran data perlindungan sosial secara digital. Apresiasi tersebut disampaikan Gus Ipul saat memberikan arahan dalam kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2026) malam. Gus Ipul mengungkapkan, sebanyak 8.217 orang dari berbagai unsur di Kabupaten Banyumas telah menjadi Agen Perlinsos. Mer eka turut membantu ratusan ribu kepala keluarga (KK) untuk masuk ke dalam sistem perlindungan sosial digital. "Banyumas, kita buktikan Pak Bupati, yang masuk Sistem Perlinsos kita ada 209.176 Kepala Keluarga atau 32,21 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional, Banyumas istimewa," kata Gus Ipul. Kegiatan tersebut dihadiri 3.540 peserta yang terdiri dari perwakilan RT/RW se-Kabupaten Banyumas, Agen Perlinsos, operator SIKS-NG, perwakilan kecamatan, SDM PKH, serta siswa Sekolah Rakyat. Ribuan peserta memenuhi seluruh tribun GOR Satria.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan para siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Banyumas. Mereka menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari drama musikal, tari gumebyar, karate, silat, pidato tiga bahasa, paduan suara, hingga pembacaan puisi. Dalam arahannya, Gus Ipul mengungkapkan bahwa kolaborasi berbagai pihak sangat penting dalam proses pemutakhiran data, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pilar-pilar sosial, hingga RT/RW.

“Kita bangun Indonesia dari Kabupaten Banyumas, jadi kita malam ini kumpul untuk menjadikan Banyumas sebagai Kabupaten terbaik dalam rangka menghadirkan data yang akurat, dan tentu itu akhirnya untuk Indonesia sejahtera,” ujarnya. Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa perlindungan sosial digital merupakan salah satu upaya pemutakhiran data yang terintegrasi dengan berbagai basis data milik pemerintah. "Jadi datanya terhubung dengan Dukcapil, terhubung dengan Samsat, terhubung dengan ATR/BPN, terhubung dengan PLN, terhubung dengan BPJS Kesehatan, terhubung dengan BPJS Ketenagakerjaan, dan nanti akan terhubung dengan semua data milik pemerintah," jelasnya.

Melalui sistem tersebut, penentuan kelayakan seseorang untuk menerima bantuan sosial (bansos) tidak dilakukan oleh Agen Perlinsos, melainkan melalui sistem berbasis Artificial Intelligence (AI). Sementara itu, para agen berperan sebagai relawan yang membantu masyarakat melakukan registrasi ulang bansos. "Karena datanya ini sudah terhubung jadi nanti akan ketahuan semua. Maka itu dalam Perlinsos digital ini, sekarang kita daftar ulang seluruh keluarga masyarakat yang pernah menerima bansos, kita daftar ulang bagi yang menginginkan dapat bansos, diperbolehkan untuk daftar," ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga berdialog dengan sejumlah Agen Perlinsos yang aktif membantu masyarakat mendaftar dalam sistem perlindungan sosial digital. Salah satunya Muhammad Mubarok, perangkat Desa Cilongok yang telah berhasil mendaftarkan 360 orang. Mubarok menjelaskan bahwa melalui sistem perlindungan sosial digital, proses pemutakhiran data melalui mekanisme usul dan sanggah kini dapat dilakukan dengan lebih mudah.

"Saya pernah mendaftarkan warga masyarakat, itu ternyata hasilnya adalah tidak layak, tapi di kondisi di lapangan itu seharusnya layak mendapatkan bantuan. Sehingga saya ajukan sanggahan, sesuai dengan kondisi ekonomi. Sekarang hasilnya sudah berubah," kata Mubarok.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan bahwa penerapan sistem perlindungan sosial digital yang terintegrasi diharapkan dapat memperkecil margin of error atau tingkat kesalahan data. Dengan demikian, data penerima semakin akurat dan penyaluran bansos dapat lebih tepat sasaran. "Tujuan kita sama, dari Pak Menteri, dari saya, dari masyarakat, dari pemerhati sosial. Tujuannya adalah penerimaan manfaat adalah betul-betul tepat sasaran," kata Sadewo. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Agus Priyanggodo, jajaran pejabat tinggi madya dan pratama Kemensos, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banyumas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Senin Ini: Sebagian Wilayah Diguyur Hujan
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Foto: TPA Degayu di Pekalongan Terbakar, Asap Pekat Membubung
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
HUT ke-27 GRANAT, Togar Sianipar Minta P4GN Diperkuat untuk Selamatkan Generasi Muda
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Amran: Indonesia Kuat saat 33 Negara Siapkan Pangan Darurat
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gibran Dianggap Tak Lagi Sah sebagai Wapres: PDIP, Demokrat, Gerindra Disebut Sudah Bersikap, Bagaimana Golkar?
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.