JAKARTA, KOMPAS.TV- Gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada 2-5 November 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di laut.
Mengutip akun Instagram BMKG pada Senin (2/11/2026), potensi gelombang tinggi dipengaruhi oleh pola angin yang menguat di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Di wilayah Indonesia bagian utara, angin umumnya bergerak dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 4-10 knot.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter Senin 2 November, Ini Wilayah Perlu Waspada
Sementara itu, angin di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 8-24 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.
Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi 2,5-4 MeterBMKG memperkirakan gelombang setinggi 2,5-4 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan berikut:
• Samudra Hindia barat Bengkulu.
• Samudra Hindia barat Lampung.
• Samudra Hindia selatan Banten.
• Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
• Laut Maluku.
• Samudra Pasifik utara Maluku.
Selain gelombang tinggi hingga 4 meter, BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi gelombang sedang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter di sejumlah perairan, meliputi:
• Samudra Hindia barat Aceh.
• Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
• Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.
• Samudra Hindia selatan Jawa Barat.
• Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.
• Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta.
• Samudra Hindia selatan Bali.
• Samudra Hindia selatan NTB.
• Samudra Hindia selatan NTT.
• Selat Karimata bagian selatan.
• Laut Jawa bagian barat.
• Laut Jawa bagian tengah.
• Laut Sulawesi bagian barat.
• Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
• Samudra Pasifik utara Papua Barat.
BMKG mengingatkan nelayan dan pelaku pelayaran agar memperhatikan kondisi kecepatan angin serta tinggi gelombang sebelum memutuskan beraktivitas di laut. Sebab, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kapal berukuran kecil.
Untuk perahu nelayan, BMKG mengimbau agar mewaspadai kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Adapun kapal feri berisiko menghadapi kondisi berbahaya saat kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter. Masyarakat yang berencana melaut maupun bepergian menggunakan transportasi laut diimbau untuk memantau informasi cuaca maritim dan peringatan dini BMKG secara berkala.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Sejumlah Perairan 26-29 Oktober, Cek Wilayahnya
Nelayan, operator kapal, dan pelaku pelayaran juga perlu mempertimbangkan kondisi angin serta gelombang sebelum bertolak. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi risiko kecelakaan akibat gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- Gelombang tinggi
- Bmkg





