Wakil Ketua DPR Saan Mustopa Tegaskan Pendidikan Bisa Putus Rantai Kemiskinan, Minta Orang Tua Tak Hentikan Sekolah Anak

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu sarana penting untuk memutus rantai kemiskinan sehingga setiap anak harus mendapatkan kesempatan bersekolah setinggi mungkin tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.

Saan meminta para orang tua tidak menjadikan keterbatasan biaya sebagai alasan untuk menghentikan pendidikan anak.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran besar dalam membuka kesempatan bagi seseorang untuk memperbaiki masa depan sekaligus meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi keluarganya.

"Sekolah itu adalah sarana yang bisa memutus rantai kemiskinan. Saya masih meyakini dan percaya sampai hari ini, yang bisa mengubah masa depan seseorang, keluarga seseorang, dan lingkungan itu adalah pendidikan," ucap Saan sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan berkaitan dengan perhatian Saan terhadap pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Sebelumnya, Saan juga berinteraksi dengan anak-anak saat mengunjungi SDN Santaka, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).

Saan Mustopa Sebut Pendidikan Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Saan Mustopa menilai pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan dapat membuka jalan bagi seseorang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Manfaat pendidikan juga tidak hanya dirasakan oleh individu yang menjalani proses belajar.

Saan menyebut peningkatan pendidikan seseorang berpotensi memberikan pengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarganya.

Ia meyakini bahwa pendidikan dapat membantu mengubah masa depan seseorang, keluarga, hingga lingkungan tempat tinggalnya.

Karena itu, ia mendorong agar setiap anak memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.

Saan menekankan bahwa kondisi ekonomi keluarga seharusnya tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan.

Menurutnya, kesempatan bersekolah perlu dijaga agar anak-anak tetap memiliki peluang mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik.

Orang Tua Diminta Tidak Menghentikan Sekolah Anak karena Biaya

Saan secara khusus mengingatkan para orang tua agar tetap mengutamakan pendidikan anak meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, keputusan menghentikan pendidikan dapat memengaruhi kesempatan anak untuk memperbaiki kehidupannya pada masa mendatang.

Ia menilai pendidikan perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi keluarga.

Manfaat investasi tersebut tidak selalu dapat dirasakan secara langsung oleh orang tua.

Namun, hasilnya berpotensi memberikan dampak positif bagi anak dan generasi berikutnya.

Saan mengibaratkan pendidikan seperti menanam pohon mangga dari biji yang membutuhkan waktu sebelum menghasilkan buah.

Orang yang menanam belum tentu dapat menikmati hasilnya, tetapi generasi selanjutnya bisa memperoleh manfaat dari pohon tersebut.

"Jangan pernah menghentikan anak kita untuk sekolah, karena sekolah itu seperti investasi untuk masa depan. Mungkin kita yang menanam tidak menikmati hasilnya, tetapi generasi yang akan datang bisa merasakannya," katanya.

Melalui perumpamaan tersebut, Saan menekankan pentingnya kesabaran dan komitmen keluarga dalam mendukung pendidikan anak.

DPR Dorong Anak dari Keluarga Kurang Mampu Tetap Bersekolah

Sebagai Wakil Ketua DPR RI yang membidangi industri dan pembangunan, Saan menyatakan komitmennya untuk terus mendorong akses pendidikan bagi anak-anak.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan biaya tidak seharusnya membuat anak kehilangan kesempatan mengikuti pendidikan.

Menurutnya, persoalan anak yang tidak dapat bersekolah perlu mendapatkan perhatian agar kesempatan memperoleh pendidikan tetap terbuka.

Saan juga menyampaikan keprihatinannya terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan melanjutkan pendidikan.

"Saya tidak tega kalau ada orang datang dan tidak bisa sekolah. Karena itu, saya ingin terus mendorong agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan," ujarnya.

Ia berharap semakin banyak anak dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus berhenti akibat persoalan ekonomi keluarga.

Dorongan tersebut sejalan dengan pandangannya bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat membantu masyarakat keluar dari kemiskinan.

Pendidikan Dinilai sebagai Investasi untuk Generasi Mendatang

Saan Mustopa kembali menekankan bahwa manfaat pendidikan tidak terbatas pada masa ketika seseorang masih bersekolah.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi yang hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Kesempatan belajar yang diperoleh anak saat ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperbaiki kehidupannya pada masa depan.

Ia juga menilai pendidikan berpotensi memberikan dampak yang lebih luas terhadap kesejahteraan keluarga dan lingkungan.

Karena itu, Saan meminta agar orang tua terus memberikan dukungan kepada anak untuk menempuh pendidikan.

Ia menegaskan akan terus mendorong upaya agar anak-anak tidak kehilangan akses pendidikan hanya karena keterbatasan biaya.

Dengan kesempatan pendidikan yang lebih luas, Saan berharap anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi dapat memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidup dan memutus rantai kemiskinan dalam keluarga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas PRR Kawal Pemulihan Aceh Utara, dari Normalisasi Sungai hingga Huntap
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Motorola Signature 27 siap debut 5 November 2026
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Persebaya Memang Membingungkan
• 19 jam laluberitajatim.com
thumb
Ferry Boboho dan Tan Kian Dihadirkan Jadi Saksi di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 50 menit laluokezone.com
thumb
Tak Boleh Transit, Bahlil Perintahkan Ekspor SDA Indonesia Harus Langsung ke Negara Tujuan
• 56 detik laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.