Jakarta: Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang mengalami rebound pada perdagangan Senin, 2 November 2026 setelah menyelesaikan fase penurunan dan membentuk titik terendah baru. Meski demikian, pemulihan harga masih akan menghadapi tantangan dari ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta pergerakan dolar Amerika Serikat.
Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter berikutnya. Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, Geraldo Kofit melihat peluang pemulihan harga emas pada timeframe empat jam (H4). XAUUSD sebelumnya mengalami penurunan menuju area USD3.890-USD3.869 dan telah membentuk swing low baru.
"Setelah melewati fase pelemahan tersebut, harga menunjukkan potensi untuk bergerak naik dan membentuk tren sekunder atau secondary trend," kata Geraldo dalam keterangan tertulis.
Indikasi peluang rebound juga terlihat melalui indikator stochastic yang berada di area oversold. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual telah membawa harga ke wilayah jenuh jual, sehingga membuka kemungkinan terjadinya pemulihan dalam jangka pendek.
"Namun, kondisi oversold tidak secara otomatis menjamin pembalikan arah, sehingga respons harga tetap perlu diperhatikan untuk mengonfirmasi kekuatan momentum kenaikan," ujar dia.
Baca Juga :
Kompak Naik, Ini Rincian Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian(Ilustrasi. Foto: Freepik) Pergerakan harga emas lebih tinggi Dupoin Futures memproyeksikan, apabila momentum pemulihan mulai terbentuk, harga emas berpeluang bergerak menuju resistance terdekat di kisaran USD3.976–USD4.002. Zona tersebut menjadi area penting yang perlu diperhatikan untuk mengukur kemampuan pembeli dalam mendorong harga lebih tinggi setelah penurunan sebelumnya.
"Apabila tekanan beli mampu menguat, XAUUSD berpotensi menguji area resistance tersebut secara bertahap," ungkap dia.
Meski demikian, peluang rebound secara teknikal masih berhadapan dengan tekanan fundamental. Berdasarkan rangkuman Reuters, harga emas masih dibayangi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Desember.
"Prospek suku bunga yang lebih tinggi dapat menjaga daya tarik dolar AS dan meningkatkan biaya peluang memegang emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga," kata dia.
Tekanan terhadap emas juga dipengaruhi oleh dinamika pasar saham teknologi. Penurunan saham teknologi sempat mendorong sebagian investor menjual aset untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Dalam kondisi tersebut, emas pun dapat mengalami tekanan jual meskipun biasanya dipandang sebagai salah satu instrumen lindung nilai.
Perhatian pasar pada pekan ini akan tertuju pada data Institute for Supply Management (ISM) dan terutama laporan Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat. Data ekonomi yang lebih kuat berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, sedangkan data yang lebih lemah dapat mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga dan memberikan ruang bagi harga emas untuk pulih.
Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures melihat peluang rebound XAUUSD masih terbuka selama momentum pemulihan mampu berkembang setelah terbentuknya swing low baru. Area USD3.976-USD4.002 menjadi resistance yang perlu dicermati.
"Sementara ekspektasi suku bunga The Fed, arah dolar AS, serta hasil data ekonomi AS berpotensi menentukan keberlanjutan pergerakan harga," jelas Geraldo.




