Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada penutupan perdagangan sesi pertama Senin (2/11/2026). IHSG naik 0,95% atau 48,12 poin ke level 5.105,20 setelah sempat dibuka melemah dan terperosok hingga ke bawah level 5.000.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 5.039. Indeks sempat menyentuh posisi terendah intraday di 4.981 sebelum akhirnya berbalik arah dan mengakhiri sesi pertama di zona hijau.
Penguatan indeks ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak positif. Sebanyak 344 saham menguat, sedangkan 256 saham melemah dan 116 saham tidak berubah.
Analis Mirae Asset Sekuritas mencatat saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu penopang penguatan IHSG dengan kenaikan 7,6%. Selain itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 6,6% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 3,7%.
Di sisi lain, sejumlah saham menahan laju penguatan indeks. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 5,88% ke level Rp 10.800. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melemah 1,76% ke Rp 1.945, sedangkan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun 1,50% ke Rp 655.
Secara sektoral, hampir seluruh indeks sektor bergerak di zona hijau. Sektor barang baku atau basic materials mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,26%, disusul sektor energi yang menguat 1,94%. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang melemah, dengan penurunan sebesar 1,75%.
Mirae Asset Sekuritas menilai penguatan IHSG terjadi setelah indeks mampu bangkit dari pelemahan pada awal perdagangan. Sentimen musim laporan keuangan juga turut mengangkat bursa-bursa Asia yang mayoritas bergerak positif pada perdagangan siang hari.
Aktivitas perdagangan hingga akhir sesi pertama mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 6,97 triliun dengan volume 20,89 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 939.399 kali, sementara kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 8.955 triliun.
Dari sisi transaksi investor asing, data BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan nilai pembelian asing mencapai Rp 2,21 triliun, sedangkan penjualan sebesar Rp2,55 triliun. Dengan demikian, investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp 342,08 juta.
Saham yang paling banyak dibeli asing adalah TPIA dengan estimasi nilai transaksi Rp 47,80 miliar dan volume 36,28 juta saham. Posisi berikutnya ditempati BUMI dengan estimasi nilai Rp 36,21 miliar dan volume 290,48 juta saham, serta PTRO dengan estimasi nilai Rp 23,52 miliar dan volume 10,28 juta saham.
Sementara itu, saham yang paling banyak dijual asing adalah AADI dengan estimasi nilai Rp 94,95 miliar dan volume 8,82 juta saham. Berikutnya ada BMRI dengan nilai Rp 81,76 miliar dan volume 22,01 juta saham, serta BBRI dengan nilai Rp 71,29 miliar dan volume 25,49 juta saham.




