jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda terbaik hasil Indonesia Skills Competition (ISC) 2026 untuk bersaing di kompetisi keterampilan tingkat internasional.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan ISC 2026 menjadi pijakan penting dalam mencetak tenaga kerja kompeten yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global.
BACA JUGA: Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK, Ini Cara Daftarnya
Ajang tersebut diikuti 90 peserta dari berbagai daerah yang berkompetisi dalam sejumlah bidang keterampilan.
"Penutupan kompetisi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah strategis untuk terus membangun SDM Indonesia yang unggul dan mampu bersaing secara global," kata Afriansyah, Senin (2/11).
BACA JUGA: Tawarkan Solusi Produktivitas Nasional, ISTMI Siap Berkolaborasi dengan Kemnaker
Pria yang akrab disapa Bang Ferry itu menilai, penguasaan keterampilan masa depan menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan dunia kerja.
Sejumlah bidang yang dipertandingkan dalam ISC 2026 meliputi otomasi industri, Internet of Things (IoT), hingga perhotelan.
BACA JUGA: Mathlaul Anwar-Kemnaker Siap Berkolaborasi Perluas Akses Kerja & Wirausaha
Menurut dia, penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Pemerintah, lembaga pendidikan dan pelatihan, industri, serta asosiasi profesi harus membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Sinergi tersebut diperlukan agar kurikulum dan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri serta perkembangan teknologi.
Afriansyah juga meminta para pemenang ISC 2026 terus meningkatkan kompetensi untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional, termasuk WorldSkills Competition.
Sementara itu, peserta yang belum berhasil meraih juara diminta tidak menyerah dan menjadikan kompetisi sebagai pengalaman untuk terus berkembang.
"Jadikan pengalaman berharga ini sebagai modal penting untuk terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning)," tuturnya.
Penanggung Jawab ISC 2026 Abdullah Qiqi Asmara mengatakan, kompetisi tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membina talenta muda vokasi agar memiliki kompetensi berstandar internasional.
Qiqi yang juga menjabat Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Ditjen Binalavoktas Kemnaker menjelaskan, ISC menjadi wadah untuk mengidentifikasi talenta potensial dari jalur pendidikan, pelatihan vokasi, hingga industri.
Talenta terpilih selanjutnya dipersiapkan melalui pembinaan yang mengacu pada standar internasional. Targetnya, mereka dapat melanjutkan kompetisi ke tingkat regional maupun dunia.
"Indonesia Skills Competition 2026 bukan sekadar ajang kompetisi keterampilan, melainkan bagian strategis dari pembinaan talenta muda vokasi Indonesia untuk membangun sumber daya manusia yang kompeten, produktif, inovatif, dan berdaya saing global," ujar Qiqi.
Dia menambahkan, penguatan ekosistem vokasi melalui kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan kompetensi tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Qiqi pun mengajak seluruh pemangku kepentingan bersama-sama membina generasi muda dan memperkuat kualitas talenta vokasi nasional.
"Pemuda bersatu, kompetensi maju, Indonesia mendunia!" ujarnya. (kkp/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Kenny Kurnia Putra




