JAKARTA, DISWAY.ID-- Direktur Perencanaan dan Pengembangan (Direnbang) BPJS Kesehatan, dr. Sutopo Patria Jati, mengungkapkan tujuan digelarnya Diseminasi Hasil Kajian BPJS Kesehatan 2026 saat ditemui di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Depok. Senin (2/11)
Menurut Sutopo, kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni internal dan eksternal.
BACA JUGA:Lirik Lagu Stay - Danielle eks New Jeans dan Terjemahan, Kisah Perjuangan Bangkit dari Luka
"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan internal dan eksternal. Internal adalah dalam rangka untuk bisa perbaikan dari pelayanan termasuk untuk pelayanannya, pengendalian biaya dan sebagainya," ujar Sutopo.
Sementara untuk tujuan eksternal, BPJS Kesehatan ingin melibatkan perguruan tinggi dan peneliti untuk menghasilkan riset yang menjadi dasar kebijakan.
"Eksternal adalah untuk bisa melibatkan dan sekaligus memberikan semacam kesempatan kepada perguruan tinggi ataupun yang lain untuk bisa ikut terlibat di dalam memberikan satu penelitian yang menjadi basis untuk pengambilan keputusan dan atau kebijakan kami untuk perbaikan JKN ke depan," jelasnya.
BACA JUGA:Lirik Lagu Stuck - LANY dan Terjemahannya, Viral Usai Duet Bareng Ziva Magnolya
Sutopo menambahkan, kegiatan diseminasi ini sudah berjalan sekitar tiga tahun dan ke depan akan terus berbasis pada kolaborasi kampus.
"Ini yang menjadi acara yang sedang berjalan sekitar tiga tahunan adalah dan insyaallah kita akan bekerjasama berbasis pada kampus. Karena kampus adalah para pendidik," katanya.
Menjawab poin penting yang dihasilkan dari kajian tersebut, Sutopo menegaskan pentingnya kolaborasi antara BPJS Kesehatan dengan akademisi. Pasalnya, BPJS Kesehatan saat ini melayani hampir 98 persen penduduk Indonesia.
"Jadi kegiatan ini adalah bagian dari untuk bisa kolaborasi antara kampus ataupun akademisi atau peneliti dengan kami. Karena kami memberikan pelayanan kepada hampir sembilan puluh delapan persen bagi masyarakat, itu kita akan mendapatkan banyak masukan dan sekaligus perbaikan di dalam pelayanan," ungkapnya.
BACA JUGA:Luka Final 2023 Terbayar! Fadia Bersama Amalia Sukses Sabet Juara Hylo Open 2026
Ia menilai, perbaikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak mungkin dilakukan tanpa penelitian yang kuat.
"Harus mungkin bisa dilakukan kalau tidak ada penelitian yang kuat di dalam, nah ini kita lakukan penelitian yang berbasiskan supaya hasilnya juga semakin baik ke depan," tegasnya.
Saat ditanya jumlah kampus atau akademisi yang terlibat, Sutopo menyebut saat ini sudah ada ratusan kampus yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.
- 1
- 2
- »





