Iliana Yotova, presiden wanita pertama yang terpilih di Bulgaria?

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Iliana Yotova bersiap untuk menjadi presiden perempuan pertama Bulgaria, sebuah pencapaian puncak dalam perjalanan politiknya yang membawanya dari Parlemen Eropa hingga menduduki jabatan tertinggi di negara tersebut.

Berdasarkan penghitungan paralel, Yotova, yang telah menjabat sebagai presiden sejak Rumen Radev mengundurkan diri pada Januari, memenangi putaran kedua pemilihan pada Minggu melawan mantan perdana menteri sementara, Andrey Gyurov.

Penghitungan paralel oleh lembaga survei Trend, yang mencakup 100 persen tempat pemungutan suara, menunjukkan perolehan suara sebesar 58,1 persen untuk Yotova dan calon wakil presidennya, Kiril Valchev, dibandingkan dengan 38,9 persen untuk pasangan Gyurov dan Georgi Kandev.

Kemenangan itu merupakan tonggak penting lainnya dalam karier politiknya yang telah mencakup berbagai institusi, baik di tingkat Eropa maupun di Bulgaria.



Dari Parlemen Eropa menuju kursi wakil presiden

Sebelum terjun ke dalam institusi kepresidenan Bulgaria, Yotova pernah menjabat sebagai anggota Parlemen Eropa.

Dia kemudian menjadi pasangan Radev dan menjabat sebagai wakil presiden selama dua periode masa jabatan Radev.

Radev dan Yotova terpilih kembali pada 2021, dengan mengamankan 63,9 persen suara pada putaran kedua.

Posisi politik Yotova berubah secara signifikan pada Januari ketika Radev mengundurkan diri dari jabatan presiden untuk terjun ke dalam politik kepartaian.

Sesuai dengan ketentuan konstitusi Bulgaria, Yotova menggantikannya sebagai presiden

Selanjutnya, Radev mendirikan partai Progressive Bulgaria, yang berhasil meraih 131 dari 240 kursi di Majelis Nasional dalam pemilihan parlemen pada April, sehingga memperoleh mayoritas mutlak.

Partai tersebut memberikan dukungan kepada Yotova dalam pemilihan presiden tersebut.



Bagaimana dia mencapai posisi kepresidenan?

Yotova mengikuti pemilihan umum pada 25 Oktober sebagai petahana, namun kali ini dia berupaya mendapatkan mandat pertamanya secara langsung dari para pemilih.

Dia dan Valchev menempati posisi pertama pada putaran awal dengan perolehan 34,76 persen suara, unggul tipis atas pasangan Gyurov dan Kandev yang meraih 31,95 persen suara.

Rendahnya tingkat partisipasi pemilih membuat tidak ada satu pun pasangan calon yang berhasil menang mutlak, sehingga dua kandidat teratas harus melaju ke putaran kedua pada 1 November.

Pemilihan itu berlangsung di tengah ketidakstabilan politik yang berkepanjangan di Bulgaria, negara yang telah menyelenggarakan delapan kali pemilihan umum parlemen sejak April 2021.



Apa saja pandangan politiknya?

Kebijakan luar negeri, khususnya terkait perang Rusia-Ukraina, muncul sebagai salah satu isu utama yang memecah pandangan dalam kampanye tersebut.

Yotova menentang pemberian bantuan militer lebih lanjut dari Bulgaria untuk Ukraina.

Dia berulang kali menyatakan bahwa konflik tersebut tidak dapat diselesaikan melalui jalur militer, serta menyerukan pembentukan "koalisi untuk perdamaian" yang berfokus pada diplomasi.

Pandangannya itu berbeda dengan Gyurov, yang mengkritik pengurangan dukungan terhadap Ukraina dan justru mendorong koordinasi yang lebih erat dengan mitra-mitra di NATO serta Uni Eropa.

Yotova juga menekankan pentingnya bagi Bulgaria untuk memiliki ruang yang lebih luas dalam pengambilan keputusan kebijakan luar negeri secara mandiri, sembari tetap menjadi bagian dari "Eropa yang kuat."

Setelah memberikan suaranya pada putaran kedua, dia mengatakan: "Saya memilih presiden perdamaian."

Dia menyatakan keinginannya agar Bulgaria menjadi negara yang "mengambil keputusannya sendiri," menentukan masa depannya sendiri, serta membangun konsensus nasional melalui dialog dan lembaga-lembaga yang berfungsi dengan baik.

Saat menjabat sebagai presiden awal tahun ini, Yotova juga sempat memveto undang-undang yang membatasi jumlah tempat pemungutan suara bagi warga negara Bulgaria yang berada di luar Uni Eropa, dengan alasan bahwa perubahan tersebut berisiko membatasi hak pilih warga.

Kemenangannya saat ini memberinya mandat penuh setelah hampir satu dekade berkecimpung dalam institusi kepresidenan Bulgaria, awalnya sebagai wakil presiden mendampingi Radev, dan sejak Januari lalu, sebagai penerusnya.

Sumber: Anadolu


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan KPK Belum Panggil Nusron Wahid Kali Ketiga
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Tan Kian dan Ferry Hongkiriwang Jadi Saksi Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Hari Ini
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Dewa United FC Women Menang Tipis Atas Persija Jakarta Women
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
PSM Makassar di Usia 111 Tahun: Pesan Aksa Mahmud dan Meresapi Kembali Makna Pasukan Ramang
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar Wujud Kepedulian Pelindo Regional 4
• 9 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.