JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China menjadi pasar ekspor sekaligus pemasok impor nonmigas terbesar Indonesia. Namun, nilai perdagangan keduanya masih timpang.
Sepanjang Januari–September 2026, ekspor nonmigas RI ke China mencapai 54,17 miliar dolar AS, sedangkan impornya jauh lebih besar, yakni 76,16 miliar dolar AS.
Berdasarkan selisih kedua angka tersebut, perdagangan nonmigas Indonesia dengan China mengalami defisit sekitar 21,99 miliar dolar AS. Nilai barang nonmigas yang dibeli Indonesia dari China melampaui nilai penjualannya ke negara tersebut.
Baca Juga: Biaya Haji 2027 Turun Rp3 Juta, Kemenhaj Pastikan Kualitas Layanan Tetap Terjaga | SAPA SIANG
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, China menyumbang lebih dari dua perlima impor nonmigas Indonesia.
Menurut Ateng, China masih menjadi negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari–September 2026, dengan nilai 76,16 miliar dolar AS atau 42,77 persen.
Keterangan tersebut disampaikan Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Di sisi ekspor, China menyerap 25,52 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia. Pangsa tersebut menempatkannya di atas Amerika Serikat dan India sebagai pasar utama produk nonmigas RI.
Baca Juga: Harga Beras Naik di Penggilingan hingga Eceran, BPS Catat Kenaikan di Semua Tingkat
Ekspor nonmigas RI ke Amerika Serikat mencapai 25,39 miliar dolar AS, sedangkan ke India sebesar 15 miliar dolar AS.
Sementara itu, posisi China sebagai pemasok impor nonmigas juga terpaut jauh dari negara berikutnya. Impor dari Jepang tercatat sebesar 10,04 miliar dolar AS dan Australia sebesar 8,07 miliar dolar AS.
Besarnya perdagangan dengan China berlangsung di tengah pertumbuhan ekspor nasional. BPS mencatat total ekspor Indonesia sepanjang Januari–September 2026 mencapai 221,23 miliar dolar AS, meningkat 5,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor nonmigas tumbuh 6,30 persen menjadi 212,27 miliar dolar AS. Berdasarkan sektor, industri pengolahan menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan nilai 182,83 miliar dolar AS, naik 8,93 persen secara tahunan.
Baca Juga: Daftar Perubahan Nama Kereta di Gapeka 2026, Cek KA Jayakarta hingga Blambangan Ekspres
Di sisi lain, impor nonmigas Indonesia meningkat 16,92 persen menjadi 178,06 miliar dolar AS. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan kenaikan ekspor nonmigas pada periode yang sama.
Meski perdagangan nonmigas dengan China mencatat defisit berdasarkan selisih ekspor dan impor tersebut, neraca nonmigas Indonesia secara keseluruhan tetap surplus 34,21 miliar dolar AS.
Adapun neraca perdagangan nasional, setelah memperhitungkan defisit migas, membukukan surplus 10,61 miliar dolar AS sepanjang Januari–September 2026.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- perdagangan indonesia china
- ekspor indonesia china
- impor indonesia china
- migas
- nonmigas
- bps





