Kementerian ESDM mengungkap praktik penjualan komoditas Indonesia lewat negara transit tak hanya terjadi di sektor migas, tetapi juga batu bara. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), Tri Winarno, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (2/11).
Menurut Tri, praktik ini terjadi karena Singapura tidak memiliki batu bara. Sehingga batu bara yang dijual dari sana hampir pasti berasal dari Indonesia.
“Jadi, coba yang pembelian dari Singapura, ada nggak di data? Pasti ada, kan? Yang lewat sana itu, batu bara mungkin sekitar mungkin 50-60 (juta ton) gitu lah. Kan nggak ada batubara kan di sana? Kan enggak mungkin juga kalau misalnya dari sana ke China atau kemana gitu. Pasti dari situ dari kita,” kata Tri.
Meski begitu, Tri belum bisa memastikan seluruh batu bara 50-60 juta ton yang dijual dari Singapura berasal dari Indonesia.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memerintahkan ekspor komoditas energi, baik minyak dan gas bumi maupun mineral dan batu bara, tidak boleh lagi transit lewat negara tertentu.
Bahlil tidak menyebut negaranya, tetapi meminta jajaran Kementerian ESDM mengekspor sumber daya alam (SDA) langsung ke negara tujuan.
“Jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita kalau kita ekspor ya lewat transit negara tertentu. Ya, saya enggak mau. Enggak boleh lagi sumber daya alam kita dari sektor ESDM,” tegas Bahlil dalam Minerba Convex 2026, Jakarta, Senin (2/11).
Ia mencontohkan, jika negara yang membutuhkan SDA Indonesia adalah China, pengiriman harus langsung ke China tanpa melalui negara lain.
“Kalau kita mau kirim barang ke China, ya dari Jakarta langsung ke China. Tidak boleh dari negara yang itu ya, hanya stempel baru dia bilang ini ekspor by negara dia. Dari mana barang kau? Langsung aja,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara berdaulat tak bisa diatur oleh negara perantara atau broker, dan kepentingan nasional tidak bisa ditawarkan kepada negara lain.
“Jadi jangan lagi kita kirim ke sana. Kita kirim langsung, tidak boleh lewat negara-negara perantara. Indonesia ini negara berdaulat. Bukan negara yang bisa diatur-atur oleh siapapun,” tandasnya.





