Kemdiktisaintek Gelar KPPTI 2026 di Surabaya untuk Perkuat Kolaborasi dan Pertukaran Praktik Baik Antarkampus

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan menggelar Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 sebagai forum pertukaran praktik baik dan penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi di Indonesia.

Konferensi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 11–13 November 2026, di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur.

KPPTI 2026 dirancang menjadi ruang pertemuan bagi perguruan tinggi untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan strategi dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, dalam taklimat media di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa KPPTI 2026 mengangkat tema "Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan: Elaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal yang Inklusif dan Humanis".

Tema tersebut menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memperhatikan kearifan lokal, inklusivitas, serta nilai-nilai kemanusiaan.

"Tujuan KPPTI adalah untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi melalui pembelajaran bersama dan kolaborasi," kata Khairul.

KPPTI 2026 Dorong Pertukaran Gagasan dan Praktik Baik Antarkampus

Khairul menjelaskan bahwa KPPTI 2026 merupakan kelanjutan dari konferensi serupa pada 2025 yang menghasilkan sejumlah capaian dalam penguatan kerja sama pendidikan tinggi.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, KPPTI menghasilkan Surabaya Message serta lebih dari 100 nota kesepahaman antarkampus yang melibatkan perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, dan perguruan tinggi di bawah kementerian maupun lembaga pemerintah.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, Kemdiktisaintek berupaya memperluas kerja sama sekaligus memastikan hasil pembahasan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan tinggi nasional.

Penguatan kontribusi perguruan tinggi dalam KPPTI 2026 berlandaskan empat pilar utama, yakni akses, mutu, relevansi, dan dampak.

Pilar akses diarahkan untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi, sedangkan pilar mutu berfokus pada peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Sementara itu, pilar relevansi menekankan kesesuaian pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman, sedangkan pilar dampak berorientasi pada kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pembangunan.

Khairul menyampaikan bahwa KPPTI 2026 akan menghadirkan empat subtema utama yang menjadi landasan pembahasan selama konferensi berlangsung.

Subtema pertama membahas implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Subtema kedua berfokus pada teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi.

Subtema ketiga mengangkat kearifan lokal dan ekonomi kerakyatan untuk memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan potensi daerah serta kebutuhan masyarakat.

Adapun subtema keempat membahas inklusivitas dan humanisme guna mendorong pengembangan pendidikan tinggi yang menjunjung kesetaraan kesempatan dan nilai-nilai kemanusiaan.

KPPTI Hadirkan 12 Sesi Tematik dan 48 Paparan Praktik Baik

Selama tiga hari pelaksanaan, KPPTI 2026 direncanakan menghadirkan 12 sesi tematik yang membahas berbagai isu strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi.

Konferensi tersebut juga akan menampilkan 48 paparan praktik baik dari berbagai perguruan tinggi sebagai sarana berbagi pengalaman dan pendekatan yang telah diterapkan di masing-masing institusi.

Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat mempelajari strategi dari kampus lain untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, kualitas pendidikan, dan kemampuan kepemimpinan.

Khairul menilai pertukaran gagasan menjadi penting karena perguruan tinggi di Indonesia memiliki tingkat kualitas dan kapasitas kelembagaan yang beragam.

"Kalau kita cermati lebih jauh, dengan beragamnya kualitas pendidikan perguruan tinggi yang ada di Indonesia, maka salah satu hal yang dilakukan oleh KPPTI adalah bagaimana agar terjadi semacam pertukaran gagasan, pertukaran pengalaman, exchange of ideas antara berbagai perubahan tinggi dalam rangka meningkatkan kapasitas kelembagaan dan juga kapasitas pemimpinnya," ujar dia.

Menurut Khairul, keberagaman kapasitas perguruan tinggi tersebut menjadi alasan perlunya forum bersama yang memungkinkan setiap institusi saling belajar dan memperkuat kemampuan pengelolaan pendidikan.

Pertukaran pengalaman tersebut juga diharapkan mampu mendorong perguruan tinggi mengembangkan pendekatan yang lebih adaptif dalam menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi.

Kemdiktisaintek Siapkan Tiga Inisiatif Strategis Transformasi Pendidikan Tinggi

Selain menjadi forum pertukaran praktik baik, KPPTI 2026 akan menjadi momentum peluncuran tiga inisiatif strategis untuk mendukung transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Inisiatif pertama adalah Digital Maturity Index, yakni instrumen untuk memetakan tingkat kematangan transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui instrumen tersebut, setiap perguruan tinggi diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai kesiapan, perkembangan, serta kebutuhan penguatan transformasi digital di institusinya.

Inisiatif kedua berupa peluncuran kerangka kecerdasan artifisial generatif atau generative artificial intelligence sebagai panduan pemanfaatan teknologi AI dalam kegiatan akademik.

Kerangka tersebut disiapkan untuk memastikan penggunaan kecerdasan artifisial di perguruan tinggi tetap memperhatikan prinsip etika, tanggung jawab, dan integritas akademik.

Sementara itu, inisiatif ketiga adalah pembentukan konsorsium rumah sakit pendidikan untuk memperkuat kerja sama antarrumah sakit di lingkungan perguruan tinggi.

Konsorsium tersebut diarahkan untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung penguatan ekosistem rumah sakit pendidikan di Indonesia.

Ketiga inisiatif tersebut menjadi bagian dari langkah Kemdiktisaintek dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi melalui pemanfaatan teknologi digital, tata kelola kecerdasan artifisial, dan penguatan kerja sama kelembagaan.

Khairul berharap KPPTI 2026 dapat menjadi wadah yang efektif bagi perguruan tinggi untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, serta praktik baik dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi.

Pertukaran pengetahuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kelembagaan sekaligus memperkuat kemampuan kepemimpinan para pengelola perguruan tinggi.

Melalui KPPTI 2026, Kemdiktisaintek berupaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin kolaboratif, inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geger Daging Tiruan Cetakan 3D Mulai Banjiri AS, Berasal dari Israel
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
OJK Setujui Penggabungan Tiga BPR ke BPR Arthaguna Mandiri untuk Perkuat Permodalan dan Daya Saing Perbankan
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Kuasa Hukum Ungkap Siswi SMK Korban Dibakar Nenek di Depok Sering Dipukuli hingga Dibotaki
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Gelaran NDG 2026, Panasonic Perkuat Kemitraan Jangka Panjang dengan Dealer
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
BPS: Harga Emas Turun Dua Bulan Beruntun, Perhiasan Deflasi 0,70%
• 3 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.