Bocah 10 Tahun di Tulungagung Tewas Tenggelam saat Bermain di Dam

beritajatim.com
6 jam lalu
Cover Berita

Tulungagung (beritajatim.com) – Seorang bocah 10 tahun meninggal dunia usai tengelam di kawasan Dam Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Korban diketahui berinisial MAF, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan. Tubuh mungil korban terseret arus sungai yang deras usai hujan deras terjadi. Korban yang tidak bisa berenang lalu tenggelam ke dasar Dam.

Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto mengatakan peristiwa ini terjadi Minggu (1/11/2026) kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu korban bersama lima orang temannya bersepeda dari rumah untuk bermain di sekitar kawasan Dam Tanen.

“Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 09.30 WIB, saat korban bersama lima orang temannya bermain ke Sungai Dam Tanen dengan menggunakan sepeda pancal. Lokasi tersebut berjarak sekitar empat kilometer dari rumah korban,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Salah seorang teman korban melihatnya meminta pertolongan karena tenggelam dan terbawa arus pusaran air di sekitar Dam. Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban berusaha memberikan pertolongan, namun upaya tersebut tidak berhasil karena derasnya arus dan kondisi kedalaman Sungai.

“Saksi lalu berteriak minta tolong ke warga sekitar, warga lalu berusaha memberikan pertolongan dan menyelam ke dalam Dam. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” tuturnya

Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, Dam Tanen memiliki lebar sekitar 15 meter dengan kedalaman kurang lebih 1,8 meter. Lokasi tersebut juga diketahui memiliki bagian aliran yang cukup dalam dan sebelumnya beberapa kali terjadi peristiwa orang tenggelam.

“Dari keterangan para saksi diketahui bahwa korban memang sering bermain di aliran sungai tersebut, terutama saat hari libur sekolah. Selain itu, sehari sebelum kejadian, wilayah Kecamatan Rejotangan diguyur hujan deras sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat,” terangnya.

Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi.
Kapolsek Rejotangan juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain, terutama di sekitar sungai, bendungan, maupun lokasi perairan lainnya.

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai. Jangan sampai anak-anak bermain atau berenang di lokasi yang memiliki arus deras, pusaran air, maupun kedalaman yang tidak diketahui. Terlebih setelah hujan deras, debit dan kondisi aliran sungai bisa berubah sewaktu-waktu,” pungkasnya. [nm/ian]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persela Lamongan Bidik Tiga Poin di Laga Perdana I.League Cup, Persijap Jepara Jadi Ujian
• 10 jam laluberitajatim.com
thumb
Produksi Minyak PHE Tembus 945 Ribu Barel di Kuartal-3 2026
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Raffi Ahmad Kena Cancel Culture di Yogyakarta, Akademisi Bongkar Penyebabnya...
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Telkom (TLKM) Raih Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga September 2026
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
IHSG Masih Dibayangi Tekanan Jual, Pasar Cermati Pemilu AS dan Data Ekonomi
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.