Pengakuan Haru Istri Tersangka Mutilasi Madiun: Syok dan Hancur Dikhianati

rctiplus.com
13 jam lalu
Cover Berita
Pengakuan Haru Istri Tersangka Mutilasi Madiun: Syok dan Hancur DikhianatiNasional | inews | Senin, 2 November 2026 - 20:47Dengarkan Berita

MADIUN, iNews.id – Marta Amalia Iflahah, istri sah dari Dwi Bagus Martono tersangka pembunuhan berencana disertai mutilasi dan pembakaran terhadap Dini Hardiyanti serta balitanya di Madiun akhirnya buka suara.

Dengan suara terbata-bata dan derai air mata, Marta membeberkan fakta memilukan yang dialaminya.

Didampingi kuasa hukumnya pada Minggu (1/11/2026) siang, Marta membantah tegas berbagai opini liar masyarakat yang menuding dirinya mengetahui perbuatan keji sang suami atau bahkan terlibat di dalamnya.

Marta menjelaskan bahwa setiap hari dirinya disibukkan dengan aktivitas mengajar dari pagi hingga sore hari. Hal itulah yang membuatnya tidak pernah curiga atau melihat aktivitas mencurigakan di area halaman belakang rumahnya. 

"Saya sama sekali tidak tahu aktivitas suami pada siang hari karena saya berada di sekolah untuk mengajar dari pagi sampai sore. Sehingga saya tidak tahu kalau halaman belakang rumah digunakan untuk tindakan pidana oleh suami saya," ujar Marta, Senin (2/11/2026).

Baca Juga:Kereta Kelinci Bawa 24 Peziarah Diduga Rem Blong Tabrak Pohon di Pasuruan

Dalam kesempatan tersebut, Marta juga meluruskan isu yang menyebut dirinya telah lama mengetahui hubungan gelap sang suami dengan korban Dini Hardiyanti. 

Ia mengungkapkan, fakta pahit soal poligami suaminya baru terbongkar pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, selepas waktu Maghrib di teras belakang rumah mereka.

"Suami saya saat itu meminta maaf sambil bersujud dan menangis. Dia mengaku telah mengkhianati saya dan mengikat pernikahan siri dengan wanita lain selama dua tahun," tuturnya.

Marta juga menegaskan tidak pernah diajak bekerja sama atau mengetahui skenario laporan orang hilang yang sempat diajukan tersangka ke Mapolres. 

Dia menyebut tersangka secara sengaja menyembunyikan laporan tersebut dan meminta kuasa hukum serta polisi untuk tidak mempublikasikannya karena takut ketahuan oleh sang istri sah.

"Fakta bahwa saya tidak tahu-menahu soal laporan tersebut bisa diverifikasi langsung ke pihak kepolisian maupun kuasa hukum suami saya saat itu," kata Marta. 

Baca Juga:Soal Konflik Papua, Ketua Adat Wanam: Jangan Tinggalkan Masyarakat Adat dalam Pembangunan

Dia mengaku saat ini kondisinya sangat shock dan hancur secara mental. Di satu sisi ia harus menerima kenyataan pahit atas pengkhianatan bahtera rumah tangganya, dan di sisi lain ia dihadapkan pada kejahatan luar biasa yang menjerat suaminya. 

Kendati berada dalam balutan perasaan kecewa dan marah yang amat mendalam, Marta memastikan dirinya akan bertindak kooperatif menyerahkan seluruh alat bukti serta membantu penyidik kepolisian dalam menuntaskan penanganan hukum kasus pembunuhan sadis tersebut.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Milih Menu Makan Malam Bikin Kamu Capek? Ini yang Sebenarnya Terjadi dan Cara Mengatasinya
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Eks Bos Mossad Akui Israel Korbankan Warga Iran untuk Lindungi Agen
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Jasa Raharja Pastikan Hak Korban Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Terpenuhi, Direksi Tinjau Langsung ke Rumah Sakit
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Podium MI: Dunia Panik, Kita Perlu Ikut-ikutan?
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.