11 Juta Warga Kelas Menengah Menurun, Pemerintah Siapkan Bantuan Pajak hingga Rp10 Juta

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah menyiapkan sejumlah program bantuan untuk memperkuat daya beli masyarakat, termasuk kelompok kelas menengah.

Salah satu program yang disiapkan yakni pemberian insentif pajak penghasilan (PPh) yang ditanggung pemerintah (DTP) hingga Rp10 juta. Fasilitas tersebut diberikan untuk seluruh sektor.

BACA JUGA:Drama China When I Meet the Moon Tayang 5 November 2026, Hadirkan Kisah Romansa Manis Lin Yi dan Lu Yuxiao

“Ya, kita ada program bantuan khusus, termasuk bantuan terkait dengan pajak penghasilan yang ditanggung pemerintah sampai Rp10 juta ke semua sektor,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 2 November 2026.

Meski demikian, Airlangga belum memerinci kebijakan tersebut. Sebab, kata dia, pemerintah masih akan menyampaikan sejumlah program lainnya pada kesempatan mendatang.

“Mungkin ada beberapa hal nanti kita akan sampaikan,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah mengakui sekitar 11 juta warga Indonesia turun dari kelompok kelas menengah ke kelas menengah bawah dalam beberapa tahun terakhir. 

BACA JUGA:Surveyor Indonesia dan BEI Perkuat Kepercayaan Pasar Modal, Dorong Transparansi Informasi Perusahaan

Temuan tersebut diungkap Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan saat memaparkan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Kelas menengah kita, middle class kita itu turun sekitar 11 juta yang menjadi lower middle class,” kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan. Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.

Fenomena tersebut sejalan dengan sejumlah laporan ekonomi yang menunjukkan melemahnya posisi kelas menengah Indonesia.

Laporan Bank Dunia dalam Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026 mencatat proporsi pekerja yang memperoleh pendapatan setara kelas menengah turun dari 14,5 persen pada 2018 menjadi sedikit di atas 7 persen pada 2025.

BACA JUGA:Wamendagri Bima Arya Dorong Pemda Sumbar Rancang Pertumbuhan Ekonomi yang Terukur dan Inklusif

Pada periode yang sama, upah riil pekerja berkeahlian menengah dan tinggi juga menyusut sekitar 1-2 persen per tahun. 

Data lain dari Mandiri Institute menunjukkan jumlah kelas menengah Indonesia turun dari 47,9 juta orang pada 2024 menjadi 46,7 juta orang pada 2025. Proporsinya terhadap total penduduk ikut menyusut dari 17,1 persen menjadi 16,6 persen.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa yang Harus Dilakukan untuk Memperbaiki Kualitas Pariwisata?
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Foto: Jejak Maut Truk Molen di Jalan Cut Mutia, Bekasi
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Jeep Wrangler Rubicon 4-Door Tuscadero Dijual Rp2,42 Miliar
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Investasi Domestik Tembus Rp2.000 Triliun di Era Prabowo, Kadin: Fondasi Ekonomi Kian Tangguh
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Tanimbar Maluku
• 15 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.