Liputan6.com, Jakarta - AKBP Netty Rosdiana Siagian memutuskan mundur dari Korps Bhayangkara. Masa pengabdiannya di Polri tercatat berakhir pada 1 September 2026.
Netty mengatakan, keputusannya mundur dari Polri karena merasa nilai dan tatanan di lingkungan kerja sudah tidak lagi sejalan dengan hati nurani. Dia khawatir memilih bertahan justru membuat tidak nyaman dan sulit berkarya.
Advertisement
“Kalau tatanan itu tidak sesuai dengan hati, yang ada kita tuh nanti istilahnya kita cuman sakit sendiri gitu loh," kata Netty, Senin (2/11/2026).
Menurut dia, pengabdian kepada masyarakat tidak harus dilakukan melalui Polri. Dia ingin tetap berkarya di bidang sosial dan pendidikan, termasuk mengajar di universitas atau akademi serta mendampingi masyarakat secara langsung.
"Berkarya bukan cuman di Polri lah. Masih banyak kok gitu loh. Ada di bidang universitas, akademi, gitu loh segala macam. Jiwa sosial ke masyarakat, ya masih banyak lah gitu loh," ujarnya.
Netty juga menyebut sudah memiliki sejumlah agenda di beberapa kampus dan lembaga yang bergerak di bidang sosial. Dia berharap kegiatan tersebut menjadi bentuk pengabdian sekaligus bekal untuk kehidupan akhirat.
Saat ditanya apakah menyesal meninggalkan Polri setelah melalui perjuangan panjang untuk bergabung, Netty menjawab tidak. Dia merasa masa pengabdiannya sudah cukup setelah melewati berbagai pengalaman di institusi tersebut.
"Barangkali pengabdian aku udah cukup lah istilahnya, toh udah semua saya lalui lah," kata dia.




