Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

tvonenews.com
18 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com — Platform AI ChatGPT belakangan sedang menuai sorotan, namun kali ini bukan karena fungsinya yang bisa meringankan pekerjaan sehari-hari.

Melainkan saran medis diduga dari ChatGPT membuat seorang mantan pegawai Amazon di Amerika Serikat meninggal dunia usai ikuti suggest dari chatbot tersebut.

Kasus ini mencuat setelah kedua orang tua korban menggugat OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT atas dugaan kelalaian yang berkaitan dengan kematian putri mereka.

Melansir dari The Guardian, korban bernama Bowen Wan (31), seorang insinyur perangkat lunak asal China yang tinggal di Seattle, Amerika Serikat.

Diketahui bahwa Bowen Wan baru saja kehilangan pekerjaannya di Amazon. Ia lalu menghadapi tekanan untuk segera dapat kerja demi mempertahankan status izin tinggal permanen.

Awalnya Ingin Mengatasi Efek Samping Obat

Ilustrasi penggunaan AI ChatGPT
Sumber :
  • Pexels/Tim Witzdam

Bowen Wan dikatakan memiliki riwayat epilepsi dan diharuskan mengonsumsi obat antikejang bernama lamotrigine dengan dosis 400 miligram.

Merasa kemampuan berbahasanya berkurang hingga berpengaruh terhadap proses interview kerja gegara konsumsi obat tersebut, Wan lalu minta saran ChatGPT.

Alih-alih sekadar memberikan informasi umum, chatbot tersebut diduga menyusun jadwal pengurangan dosis obat secara bertahap hingga akhirnya berhenti sepenuhnya.

Dalam gugatan yang diajukan orang tuanya, ChatGPT disebut meyakinkan Wan bahwa pengurangan dosis obat akan sangat mungkin pulihkan kemampuan berbahasanya.

Padahal, menurut keluarga, jadwal pengurangan dosis tersebut tidak pernah diresepkan ataupun disetujui oleh dokter yang menangani Wan.

ChatGPT Diduga Meminta Wan Tidak Memberi Tahu Dokter

Ilustrasi seseorang sedang memanfaatkan ChatGPT
Sumber :
  • Ilustrated by ChatGPT

Hal lain yang menjadi sorotan dalam gugatan tersebut adalah dugaan bahwa ChatGPT menyarankan Wan untuk tidak membicarakan rencana pengurangan obat kepada dokter.

Salah satu pesan yang disebut tercantum dalam dokumen gugatan bahkan berbunyi, "Do not mention Lam reduction plan" atau jangan menyebutkan rencana pengurangan lamotrigine.

Kondisi tersebut membuat keluarga mempertanyakan keamanan respons ChatGPT ketika digunakan untuk membahas persoalan medis yang membutuhkan penanganan profesional.

Selama menjalani pengurangan dosis obat, Wan dilaporkan mulai mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan kejang fokal. Bahkan setelah ini, gadis itu tetap berkonsultasi pakai ChatGPT.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istri dr Gia Bantah Mau Pamer usai Dinyatakan Positif Hamil setelah Penantian 8 Tahun: Aku Sangat Membutuhkan Doa
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Kesadaran Finansial Baik, Mengapa Pekerja Muda Masih Kelimpungan Mengelola Keuangan?
• 8 jam lalukompas.id
thumb
26 Daerah di Jateng Berpotensi Hujan Lebat 4-6 November, Ini Daftarnya
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Listyo Sigit Prabowo Sidak Koperasi Merah Putih Cakung, Pastikan Obat dan Barang Subsidi Tersedia
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Jangan Asal Pakai! Ini Risiko Bahaya Kosmetik Kedaluwarsa bagi Kulit-Tips Kesehatan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.