Banda Aceh: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menyatakan banjir yang melanda 22 gampong atau desa di kabupaten itu berangsur surut. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie Jaya Okta Handipa mengatakan, banjir dipicu meluapnya sejumlah sungai karena hujan deras sejak Sabtu, 31 Oktober 2026.
"Ketinggian air saat banjir berkisar 20 centimeter hingga satu meter. Saat ini, banjir di beberapa titik perlahan mulai surut. Namun, di beberapa titik masih ada genangan kecil dan lumpur," kata dia, melansir Antara, Senin, 2 November 2026.
Ia menyebutkan banjir juga menyebabkan aliran sungai baru di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua. Namun, genangan air aliran baru tersebut sudah surut.
Baca Juga :
Banjir di Trumon Aceh Selatan Meluas, 794 Jiwa TerdampakBegitu juga dengan Kecamatan Meureudu, meliputi enam desa, yakni Gampong Berawang, Gampong Meunasah Lhok, Gampong Manyang Cut, Gampong Mesjid Tuha, Gampong Grong-grong Beuracan, dan Gampong Manyang Lancok.
"Di Kecamatan Panteraja, banjir meliputi Gampong Lhok Puuk, Gampong Muka Blang, Gampong Teungoh, Gampong Masjid, dan Gampong Tunong," jelas dia.
Tim kementerian bersama unsur pemerintah daerah memantau sungai di Pidie Jaya, Aceh, Senin (2/11/2026). ANTARA/HO-Dok BPBD Pidie Jaya
Sedangkan di Kecamatan Bandar Baru meliputi Gampong Balang Sukon, Gampong Sagoe Langien, Gampong, Blang Glong, dan Gampong Baroh Cot. Sementara, di Kecamatan Bandar Dua hanya satu desa, yakni Gampong Jeulanga.
"Pengungsian warga terdampak banjir tersebut hanya empat keluarga. Pengungsi berada di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya," kata Okta.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie Jaya tersebut menyebutkan banjir menyebabkan beberapa infrastruktur dilaporkan rusak seperti jalan, tanggul jebol, serta satu unit sekolah rusak.
"Kami terus memantau kondisi di lapangan serta mengevakuasi warga terdampak banjir. Kendala di lapangan berupa akses menuju lokasi terdampak masih becek dan berlumpur serta hujan juga masih turun," jelas Okta.




