Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena Dicopot Kapolri terkait Penggeledahan Ponpes

jpnn.com
15 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - AKBP Andika Dharma Sena dicopot Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dari jabatan Kapolres Sukoharjo setelah heboh penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut mutasi AKBP Andika itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2463/XI/2026 tertanggal 2 November 2026.

BACA JUGA: Dicopot terkait Korupsi, AKBP Edy Herwiyanto Tak Dapat Perlakuan Istimewa

"Polri melakukan mutasi tiga perwira menengah (Pamen), yang salah satunya adalah menyangkut pergantian jabatan Kapolres Sukoharjo Jawa Tengah atas nama AKBP ADS (Andika Dharma Sena)," kata dia di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (2/11/2026).

AKBP Andika Dharma Sena yang dicopot dimutasikan sebagai Pamen Stamaops Polri.

BACA JUGA: AKBP Edy Herwiyanto Ayah Wali Kota Kediri Dicopot dari Jabatan di Polda Jatim

Sementara, jabatan Kapolres Sukoharjo yang kosong diisi oleh AKBP Indra Maulana Saputra yang sebelumnya menjabat Kapolres Boyolali.

Kemudian, jabatan Kapolres Boyolali diemban oleh AKBP Christopher Adhikara Lebang yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jawa Tengah.

BACA JUGA: Mabes Polri Dalami Tindakan Polisi Menggeledah Ponpes di Sukoharjo

AKBP Andika Dharma Sena dinonaktifkan saat ini dan menjalani pemeriksaan etik di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menyusul keluhan terkait penggeledahan di ponpes tersebut.

Tidak cuma AKBP Andika, terdapat tiga personel lain Polres Sukoharjo yang juga dinonaktifkan dan menjalani pemeriksaan etik.

Ketiganya ialah Iptu AS selaku Kasat Serse, Ipda FA selaku Kanit Pidum, dan Ipda RAP selaku Kanit PPA.

"Tindakan penonaktifan keempat personel tersebut saat ini juga masih menjalani proses pemeriksaan sebagai pertanggungjawaban peristiwa yang menjadi keluhan, khususnya bagi anak-anak santri dan juga pengasuh yang langsung terdampak pada lokasi tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan berdasarkan keterangan Polda Jateng, penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan kasus pembakaran, ancaman, dan perusakan sebuah warung makan di Sukoharjo pada 12 September 2026.

Dalam perkara itu, penyidik telah mengamankan seorang tersangka berinisial S dan kemudian melakukan pencarian terhadap seorang lainnya berinisial I yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Penyidik pun melaksanakan upaya tindak lanjut penggeledahan, termasuk pada Ponpes Hamalatul Quran, Sukoharjo. Penggeledahan tersebut memunculkan keluhan dari para santri dan pengasuh.

Atas hal tersebut, Polda Jawa Tengah menyampaikan bahwa personel Polisi Wanita (Polwan) telah dilibatkan dalam kegiatan di lokasi yang ditempati sejumlah santri perempuan, disertai pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sukoharjo.

Setelah proses selesai, para santri dipulangkan kepada orang tua atau wali masing-masing pada hari yang sama.

Polda Jawa Tengah juga menyiapkan pendampingan psikologis dengan melibatkan asosiasi psikologi bagi santri yang terdampak.(Ant/JPNN)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Irjen Langgeng Purnomo Minta Maaf soal Kejadian di Malioboro


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Banjir Lahar Dingin Semeru Picu Tanggul Sungai Glidik Jebol, Ratusan Warga Terdampak
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Cuaca Hari Ini: Bogor Hujan, Jakarta Cerah dan Berawan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Laga Pembuka I.League Cup, PSMS Medan Siap Tempur Melawan Persija Jakarta di Kandang
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Lepas 19 Atribut Militer, Eks Ajudan Jokowi Bandingkan Seragam PDH Polosnya dengan Terdakwa Berbusana Agama
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ekonomi Makin Susah, Muncul Fenomena Tak Terduga di Masyarakat
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.