Selangkah Gulingkan Netanyahu, Oposisi Israel Usulkan Eisenkot Pimpin Pemerintahan Baru

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Partai-partai oposisi Israel sepakat mengusulkan pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, kepada Presiden Isaac Herzog untuk diberi kesempatan membentuk pemerintahan baru. Usulan tersebut akan disampaikan dalam pertemuan dengan presiden yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (4/11) dan Kamis (5/11).

Partai The Democrats pimpinan Yair Golan mengumumkan dukungannya kepada Eisenkot pada Senin (2/11) melalui pernyataan yang disiarkan lembaga penyiaran publik KAN. Dukungan itu menyusul langkah Partai Together pimpinan mantan Perdana Menteri Naftali Bennett pada Minggu dan Partai Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman pada Senin.

Baca Juga :
Mengapa Netanyahu Belum Tentu Jadi PM Meski Unggul dalam Pemilu Israel? Ini Prosesnya
Jelang Pemilu AS, Israel Tingkatkan Kesiagaan Militer di Tengah Ancaman Iran

Menurut laporan Anadolu, dua partai Arab, yakni Joint List yang merupakan aliansi tiga partai Arab pimpinan Yousef Jabareen dan United Arab List yang dipimpin Mansour Abbas, diperkirakan akan menyampaikan rekomendasi serupa.

Jika seluruh partai oposisi dan Arab memberikan dukungan kepada Eisenkot, ia berpotensi memperoleh rekomendasi dari 67 anggota parlemen di Knesset yang memiliki 120 kursi. Jumlah itu lebih besar dibandingkan dukungan yang diperoleh blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yakni 53 anggota parlemen.

Sebelumnya, Lieberman menyatakan akan merekomendasikan Eisenkot untuk membentuk pemerintahan baru. Ia juga menegaskan tidak akan bergabung dengan koalisi yang dipimpin Netanyahu maupun mendukung pemerintahan minoritas setelah pemilu parlemen pekan lalu belum menghasilkan pemenang dengan mayoritas kursi.

Dalam konferensi pers di Modi'in, Israel bagian tengah, Senin (2/11), Lieberman mengatakan Partai Yisrael Beiteinu akan mengusulkan Eisenkot sebagai perdana menteri dan mendukung Yair Lapid untuk menduduki jabatan Ketua Knesset, seperti dilaporkan The Jerusalem Post.

"Saya tidak akan duduk dalam pemerintahan bersama Netanyahu," kata Lieberman.

Ia juga menyatakan penolakannya terhadap pembentukan pemerintahan minoritas.

Menurut Lieberman, pemerintahan minoritas berisiko tumbang dalam waktu satu tahun dan membuka jalan bagi Netanyahu untuk kembali berkuasa.

Lieberman juga mengakui bahwa perolehan suara partai-partai oposisi dalam pemilu jauh di bawah perkiraan mereka.

"Oposisi mengalami kekalahan telak dalam pemilu. Perolehan 48 kursi jauh di bawah ekspektasi kami," ujarnya.

Ia menilai Eisenkot dan timnya turut bertanggung jawab atas hasil tersebut.

Selain itu, Lieberman mengumumkan bahwa partainya akan mendukung Lapid sebagai Ketua Knesset ketika parlemen hasil pemilu mulai bersidang pada 10 November.

Baca Juga :
Presiden Israel Temui Partai Politik Usai Pengumuman Pemilu, Netanyahu atau Eisenkot yang Dipilih?
Eisenkot Siap Gunakan Mayoritas Knesset untuk Akhiri Pemerintahan Netanyahu
Posisi Netanyahu Makin Terdesak, KPU Israel Tegaskan Hasil Pemilu Tetap Sah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Tekankan Semua Anggota Mengemban Fungsi Humas: Polri Bersama Masyarakat
• 57 menit lalukumparan.com
thumb
Badai Kuat Terjang Brasil Selatan, 82 Ribu Warga Terdampak Pemadaman Listrik
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Baru Juga Kembali ke Jalur Kemenangan, Juventus Langsung Ketiban Sial usai Kandaskan Napoli 2-0
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Bahlil Minta Danantara Tak Terpengaruh Lobi Asing soal Ekspor Listrik
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPK Buka Peluang Panggil Ahmad Dhani sebagai Saksi Korupsi Bea Cukai
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.