Maringá: Badai kuat menerjang Kota Maringá di Brasil selatan pada Senin dini hari, 2 November 2026, yang merobohkan pepohonan dan sejumlah tiang listrik, mengganggu arus lalu lintas, serta menyebabkan puluhan ribu properti kehilangan pasokan listrik.
Media lokal Maringá Post melaporkan badai tersebut melanda kota itu pada awal Senin. Kecepatan embusan angin tercatat mencapai 81 kilometer per jam.
Sementara itu, Sistem Teknologi dan Pemantauan Lingkungan Paraná (Simepar) mencatat curah hujan mencapai 39,8 milimeter dalam periode tengah malam hingga pukul 06.15 waktu setempat.
Perusahaan Energi Paraná (Copel) melaporkan lebih dari 82.200 unit pelanggan mengalami pemadaman listrik pada Senin pagi. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 34 persen wilayah Maringá.
Pohon-pohon tumbang menutup sejumlah ruas jalan, merusak kendaraan yang sedang terparkir, serta menghantam dinding sebuah gereja.
Badai juga merusak sejumlah bangunan, atap rumah, lampu lalu lintas, dan sebuah stasiun pengisian bahan bakar. Markas pemadam kebakaran kota turut terdampak.
Wali Kota Maringá Silvio Barros menetapkan status darurat bencana untuk mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak, menurut laporan media setempat.
Tim infrastruktur dan pemeliharaan perkotaan serta petugas pertahanan sipil dikerahkan untuk menyingkirkan pohon tumbang, membersihkan jalan, dan mengevaluasi kerusakan.
Otoritas mengimbau warga menjauhi pohon tumbang dan kabel listrik yang rusak karena berisiko menyebabkan sengatan listrik. Badai tersebut juga berdampak pada sejumlah kota lain di negara bagian Paraná. Beberapa rumah dilaporkan rusak dan layanan listrik terganggu.
Hingga Senin, otoritas masih melakukan pendataan kerusakan dan mengoordinasikan upaya pemulihan.
Baca juga: Siklon Murasu Mendarat di Pesisir India, Kecepatan Angin Capai 110 Km per Jam




