Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (3/11). Melansir data spot Bloomberg, rupiah dibuka 18.160 per dolar AS, melemah 4 poin atau 0,22% dari penutupan sebelumnya yang mana rupiah berada di angka 18.156 per dolar AS.
Analis Doo Financial, Lukman Leong menuturkan, tertahannya nilai rupiah ini merupakan dampak dari sentimen di pasar ekuitas yang masih lemah, pasca polemik MSCI beberapa waktu lalu.
“Pergerakan rupiah juga masih akan didikte oleh sentimen di pasar ekuitas yang masih lemah,” kata Lukman saat dihubungi, Selasa (3/11).
Lukman memperkirakan, pergerakan mata uang garuda fluktuatif di kisaran 18.100-18.200. Di sisi lain, ia menyebut potensi penguatan rupiah karena didukung penurunan harga minyak mentah dunia, menyusul pembicaraan damai perang AS dan Iran.
“Namun investor umumnya masih berhati2 di tengah minggu yang padat data ekonomi dan juga mengantisipasi pemilu legislatif paruh waktu AS,” kata Lukman.
Pasar saham domestik sebelumnya sempat bergejolak buntut rencana reklasifikasi oleh MSCI dari emerging market menjadi standalone market.




