KYIV - Aplikasi peringatan serangan udara yang didukung Kyiv mengeluarkan peringatan mengenai serangan nuklir dan kimia pada Minggu (1/11/2026) malam, menurut laporan media Ukraina. Keterangan pemerintah menyebut peringatan tersebut merupakan peringatan palsu dari penyusup yang telah meretas aplikasi tersebut.
Sekitar pukul 23.00 waktu setempat, aplikasi Air Alert tersebut mengirimkan notifikasi yang mendesak warga untuk mencari tempat berlindung karena adanya "ancaman radiasi" dan "serangan kimia." Aplikasi itu juga memberikan peringatan tentang adanya "pertempuran jalanan" di Kyiv.
Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan oleh media Ukraina, salah satu pesan tertulis dalam bahasa Rusia: "Jangan khawatir, Oreshnik akan datang"—merujuk pada rudal balistik jarak menengah berkemampuan nuklir milik Rusia.
Angkatan Udara Ukraina mengimbau warga untuk hanya mengandalkan sumber-sumber resmi. "Aplikasi Air Alert kemungkinan telah disusupi oleh pihak yang bermusuhan. Tidak ada ancaman radiasi!" demikian pernyataan singkat mereka di Telegram.
Kementerian Transformasi Digital Ukraina kemudian mengonfirmasi bahwa aplikasi tersebut telah dinonaktifkan untuk sementara menyusul dugaan serangan siber.
Menurut saluran berita Telegram Rusia, Mash, sebuah kelompok peretas yang menamakan diri Hitcore mengaku bertanggung jawab atas penyusupan tersebut. Mash melaporkan bahwa para peretas mengaku telah menipu seorang karyawan perusahaan Ukraina agar memberikan akses ke komputernya.
Meskipun Mash menyebut para peretas tersebut berasal dari Rusia, kelompok ini sebelumnya tidak pernah dikaitkan dengan serangan siber mana pun yang diketahui. Moskow secara konsisten membantah tuduhan keterlibatan dalam operasi semacam itu.
Sekitar tiga jam kemudian, Kementerian Situasi Darurat Rusia menyatakan bahwa aplikasi selulernya juga telah diretas dan digunakan untuk mengirimkan "informasi palsu" kepada para pengguna. Kementerian tersebut menyatakan sedang berupaya memulihkan operasional seperti sedia kala.




