Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat inflasi pangan Indonesia melandai menjadi 0,77 persen pada Oktober 2026, turun dari 1,46 persen pada September, seiring penguatan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), serta distribusi pangan untuk menjaga kestabilan harga beras.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus mengoptimalkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
"Pangan kita kuat. Apalagi stok beras tertinggi sepanjang sejarah. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, salurkan stok untuk kepentingan masyarakat melalui SPHP, bantuan pangan, dan sebagainya," kata Amran di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Bapanas mencatat stok CBP yang dikelola Perum Bulog hingga akhir Oktober 2026 mencapai 4,5 juta ton.
Inflasi Beras Turun Tajam pada Oktober 2026Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi umum bulanan pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,22 persen, lebih rendah dibandingkan September yang mencapai 0,33 persen.
Penurunan juga terjadi pada komponen harga bergejolak atau volatile food, dengan inflasi pangan bulanan turun dari 1,46 persen menjadi 0,77 persen.
"Satu hal yang menarik yaitu komoditas beras dilaporkan BPS tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi pada komponen harga bergejolak (volatile food) atau inflasi pangan," ujarnya.
Inflasi beras secara bulanan pada Oktober tercatat hanya 0,08 persen, turun tajam dibandingkan September sebesar 0,80 persen.
Angka inflasi beras pada September merupakan yang tertinggi sepanjang 2026, melampaui inflasi Maret sebesar 0,65 persen yang terjadi pada periode Ramadan dan Idulfitri.
Bapanas mengaitkan perlambatan kenaikan harga beras tersebut dengan berbagai langkah intervensi pemerintah dalam menjaga pasokan di pasar.
Pemerintah Salurkan 161 Ribu Ton Cadangan BerasUntuk mengendalikan fluktuasi harga beras selama Oktober, Bapanas memberikan penugasan tambahan penyaluran beras melalui program SPHP.
Penugasan pertama program SPHP yang dimulai sejak Maret telah direalisasikan sepenuhnya oleh Perum Bulog pada pekan keempat September 2026.
Sepanjang Oktober, penyaluran Cadangan Beras Pemerintah kepada masyarakat mencapai sekitar 161 ribu ton.
Sebagian besar cadangan tersebut disalurkan melalui program SPHP untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh beras dengan harga terjangkau.
"Beras itu harus terus dijaga kestabilannya. Kondisi global saat ini sedang siaga waspada. Namun kita di Indonesia, insya Allah aman," tutur Amran.
Gerakan Pangan Murah Digelar 1.595 Kali di 38 ProvinsiSelain mengandalkan program SPHP, Bapanas bersama pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan pihak swasta melaksanakan Gerakan Pangan Murah.
Sepanjang Oktober 2026, program GPM terealisasi sebanyak 1.595 kali di 38 provinsi.
Pemerintah juga menjalankan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk membantu pemerataan pasokan dari daerah yang mengalami surplus ke wilayah yang kekurangan komoditas pangan.
Realisasi distribusi melalui FDP selama Oktober mencapai lebih dari 22,2 ton berbagai komoditas.
Salah satu komoditas yang disalurkan melalui program tersebut adalah cabai rawit merah ke daerah yang mengalami fluktuasi harga.
Bapanas Antisipasi Dampak El Nino terhadap Ketahanan PanganBapanas menyatakan sektor pangan nasional masih menghadapi tantangan akibat fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi kondisi pertanian.
Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui penguatan sektor produksi hingga distribusi pangan.
"El Nino saat ini dikatakan yang paling berat. Tapi Indonesia sudah bersiap sejak jauh-jauh hari, mulai dari penguatan hulu sampai hilir. Tidak perlu khawatir berlebihan. Insya Allah pangan kita aman," ucap Amran.
Hingga akhir Oktober 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,5 juta ton.
Cadangan tersebut disiapkan untuk mendukung intervensi harga di pasar dan penyaluran bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat yang termasuk kelompok desil satu hingga empat.




