HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA – Perbaikan jalan di Kabupaten Gowa diyakini membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini seiring semakin lancarnya akses masyarakat menuju pusat-pusat ekonomi dan destinasi wisata.
CEO Rumah Makan Mang Engking Gowa, Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro, M.Pd.I., menilai peningkatan kualitas infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat berantai bagi masyarakat, mulai dari kemudahan transportasi hingga berkembangnya aktivitas perdagangan dan usaha kuliner.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur H. Andi Sudirman Sulaiman atas pembangunan jalan, termasuk pengaspalan beton yang telah rampung di depan Rumah Makan Mang Engking Gowa.
Menurut Masrur, kondisi jalan yang semakin baik tidak hanya mempermudah akses menuju lokasi usaha, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pengunjung yang melintas.
“Alhamdulillah, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, H. Andi Sudirman Sulaiman, atas perhatian dan terobosannya dalam pembangunan infrastruktur jalan,” kata Masrur, Selasa (3/11/2026).
“Jalan di depan Rumah Makan Mang Engking Gowa kini telah rampung diaspal beton dan kondisinya sangat mulus. Ini merupakan pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan pelaku usaha,” sambungnya.
Akses Wisata Malino Ikut Menjadi PerhatianMasrur menyebut Kabupaten Gowa memiliki posisi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi Kota Makassar sekaligus menjadi jalur menuju sejumlah tujuan wisata andalan Sulawesi Selatan.
Salah satu kawasan yang dinilainya berpotensi merasakan dampak peningkatan infrastruktur ialah Malino, Kecamatan Tinggimoncong, yang selama ini menjadi tujuan perjalanan wisata masyarakat.
Ia berpandangan, kondisi jalan yang semakin memadai akan membuat perjalanan menuju kawasan tersebut lebih nyaman sehingga dapat mendukung pergerakan wisatawan dan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur perjalanan.
Manfaatnya, kata dia, berpeluang dirasakan berbagai sektor usaha, seperti rumah makan, warung kopi, pedagang kecil, penginapan, hingga pelaku UMKM yang melayani kebutuhan pengunjung.
“Kalau akses jalan semakin mulus, tentu masyarakat semakin nyaman melakukan perjalanan. Wisatawan yang hendak menuju Malino juga semakin mudah,” ujarnya.
“Dampaknya bukan hanya pada sektor transportasi, tetapi juga rumah makan, warung kopi, pedagang, penginapan, hingga pelaku UMKM yang berada di sepanjang jalur wisata Kabupaten Gowa,” lanjut Masrur.
Ia menekankan bahwa pembangunan jalan seharusnya tidak semata-mata dipandang sebagai penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai upaya menciptakan kemudahan yang dapat menggerakkan perekonomian warga.
Menurutnya, akses yang lancar berpotensi meningkatkan kunjungan ke kawasan wisata dan membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha.
“Jalan yang bagus akan membuka peluang usaha. Ketika akses wisata semakin lancar, kunjungan wisatawan berpotensi meningkat. Otomatis aktivitas ekonomi masyarakat juga semakin berkembang,” tuturnya.
“Inilah pentingnya pembangunan infrastruktur yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Pelaku Usaha Rasakan Dampak Jalan BerkualitasPengalaman menjalankan usaha di bidang kuliner membuat Masrur memahami bahwa akses transportasi menjadi salah satu faktor yang turut menentukan kenyamanan pelanggan dan kelancaran operasional bisnis.
Ia menjelaskan, jalan yang baik memudahkan pengunjung mencapai lokasi rumah makan sekaligus mendukung distribusi bahan dan kebutuhan usaha.
Karena itu, peningkatan kualitas jalan di Gowa diharapkan tidak berhenti pada ruas tertentu, tetapi berlanjut ke kawasan lain yang memiliki aktivitas ekonomi dan potensi pengembangan usaha.
“Kami sebagai pelaku usaha tentu sangat merasakan manfaat jalan yang baik. Pengunjung lebih nyaman datang, distribusi kebutuhan usaha semakin lancar, dan aktivitas perekonomian masyarakat juga semakin terbantu,” ungkapnya.
Masrur berharap Pemprov Sulsel terus memperhatikan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan secara merata, terutama pada jalur penghubung kawasan ekonomi, pertanian, perdagangan, serta pariwisata.
Ia menilai potensi Kabupaten Gowa dapat berkembang lebih optimal apabila ditopang infrastruktur yang mampu menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi hasil kegiatan ekonomi.
“Kami berharap terobosan Bapak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam pembangunan jalan terus berlanjut. Apalagi Kabupaten Gowa memiliki potensi wisata Malino yang sangat besar,” katanya.
“Jika akses semakin baik, sektor pariwisata bergerak, UMKM berkembang, dan kesejahteraan masyarakat diharapkan ikut meningkat,” lanjut Masrur.
Masrur Harap Pembangunan Jalan Terus BerlanjutLebih jauh, Masrur mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pengusaha, untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Ia menilai kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar berbagai potensi daerah bisa dikembangkan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Menurutnya, jalan yang memadai berperan penting dalam memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, dan aktivitas usaha sehingga perputaran ekonomi dapat berlangsung lebih baik.
“Kami mengapresiasi langkah nyata Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Bapak Andi Sudirman Sulaiman. Semoga pembangunan infrastruktur terus ditingkatkan karena jalan yang baik merupakan salah satu kunci memperlancar perputaran ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Masrur yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali serta CEO PT Bali Masspjinra, perusahaan yang bergerak di bidang penukaran valuta asing atau authorized money changer, berharap peningkatan infrastruktur di Gowa dapat terus dilakukan pada jalur-jalur yang memiliki nilai strategis.
Ia optimistis kualitas akses yang semakin baik dapat mendukung pengembangan Kabupaten Gowa sebagai salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi sekaligus destinasi wisata unggulan di Sulawesi Selatan. (*)





