Pantau - Militer Yaman mengklaim telah melancarkan 951 operasi terhadap posisi dan pasukan kelompok Houthi dalam waktu 24 jam sebagai bagian dari Operasi Fajar Yaman, dengan sekitar 332 komandan lapangan dan anggota kelompok tersebut dilaporkan dilumpuhkan.
Juru bicara militer Yaman, Mayor Majed al-Nuzaili, menyampaikan klaim tersebut melalui pernyataan yang diunggah di platform media sosial X pada Senin (2/11/2026).
Operasi militer itu dilaporkan berlangsung di sejumlah wilayah pertempuran, termasuk Provinsi Al-Jawf, Marib, dan Al-Bayda.
Militer Yaman juga mengklaim telah menghancurkan atau merusak puluhan kendaraan, perlengkapan militer, dan persenjataan milik Houthi.
Militer Yaman Klaim 332 Anggota Houthi DilumpuhkanAl-Nuzaili menyatakan bahwa 951 operasi tersebut menyasar berbagai posisi dan pergerakan pasukan Houthi di sejumlah garis depan pertempuran.
Menurut klaim militer Yaman, sekitar 332 komandan lapangan dan anggota Houthi berhasil dilumpuhkan selama operasi berlangsung.
Namun, pihak militer tidak merinci jumlah korban tewas dan terluka dari angka tersebut.
Selain itu, sebanyak 56 kendaraan, peralatan militer, dan persenjataan dilaporkan mengalami kerusakan atau hancur akibat serangan.
Wilayah Al-Jawf, Marib, dan Al-Bayda menjadi beberapa lokasi yang disebut sebagai sasaran operasi militer tersebut.
Hingga laporan ini disampaikan, belum ada tanggapan langsung dari pihak Houthi mengenai klaim militer Yaman.
Pertempuran Berlanjut di Taiz dan Al-JawfDi Provinsi Taiz, wilayah barat daya Yaman, pasukan pemerintah dilaporkan masih menghadapi serangan dari kelompok Houthi.
Al-Nuzaili mengatakan pasukan pemerintah terus melakukan perlawanan sekaligus menyerang posisi dan pergerakan pasukan lawan.
Serangan juga diarahkan terhadap sumber tembakan yang digunakan kelompok Houthi dalam pertempuran.
Sementara itu, satuan zeni militer Yaman melakukan pembersihan ranjau dan alat peledak di wilayah Al-Jawf yang telah direbut kembali.
Kegiatan tersebut bertujuan mengurangi risiko ledakan yang dapat membahayakan warga sipil di kawasan bekas pertempuran.
Pembersihan bahan peledak menjadi bagian dari upaya pengamanan wilayah setelah berlangsungnya operasi militer.
PBB Catat Lebih dari 250 Ribu Warga MengungsiEskalasi pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi kembali meningkat sejak Juli 2026.
Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peningkatan konflik tersebut telah menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka.
Pertempuran juga memaksa lebih dari 250.000 warga meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari perlindungan.
Peningkatan kekerasan tersebut mengakhiri periode relatif tenang yang berlangsung di Yaman sejak April 2022.
Gelombang pengungsian dan berlanjutnya pertempuran turut memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Konflik Yaman Berlangsung sejak 2014Perang di Yaman bermula ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014.
Perebutan wilayah tersebut memicu konflik berkepanjangan antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Pada Maret 2015, koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman.
Sejak saat itu, konflik terus berlangsung dan menimbulkan dampak besar terhadap kondisi keamanan serta kehidupan masyarakat sipil.
Operasi militer terbaru yang diklaim pemerintah Yaman menunjukkan bahwa pertempuran masih berlanjut di sejumlah wilayah meskipun negara tersebut pernah mengalami periode penurunan intensitas konflik.




