jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PPP Muhamad Mardiono menyebut Agus Suparmanto dan Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin dicopot sebagai Waketum serta Sekjen parpol berlambang Kabah.
"Ini restrukturisasi, melakukan sebuah efektivitas dalam kendali kepengurusan agar efektif," kata dia kepada awak media, Selasa (3/11).
BACA JUGA: Kabar Dipecat Mardiono, Agus PPP Ingatkan Kepatuhan AD/ART
Mardiono menyebut Agus dan Taj Yasin tidak dipecat dari PPP, karena berstatus nonaktif dari jabatan di partai.
Menurutnya, posisi Agus dan Gus Yasin akan diisi sosok lain setelah proses administrasi selesai dilakukan di internal.
BACA JUGA: PPP Kembali Bergolak, Mardiono Pecat Waketum Agus Suparmanto dan Sekjen Gus Yasin
"Kalau dipecat itu misalnya dia diberhentikan lalu KTA-nya dicabut, dia bukan anggota PPP lagi, itu baru namanya dipecat," kata Mardiono.
Dia mengatakan pencopotan Agus dan Gus Yasin dari Waketum dan Sekjen PPP sebenarnya hal lumrah dalam sebuah organisasi.
BACA JUGA: Ulama dan Kiai Sepuh Minta Kepemimpinan Mardiono di PPP Dievaluasi
Terlebih lagi, ketika terdapat masalah internal.
"Nah, di dalam masalah internal itu terjadi berproses sudah lama, sudah 1 tahun," ujarnya.
Mardiono menuturkan masalah terkait Agus dan Gus Yasin dimulai setelah PPP selesai melaksanakan Muktamar pada 2025.
Dia menyebutkan kedua tokoh tak pernah aktif sekali pun dalam kegiatan organisasi yang bersifat resmi dan sosial, setelah kepengurusan baru terbentuk.
"Jadi, ya, tidak pernah hadir, apakah itu memenuhi undangan resmi atau sekali saja misalnya datang ke kantor dalam rangka untuk memenuhi undangan," ujar Mardiono.
Misalnya, lanjut dia, Agus dan Gus Yasin tak pernah hadir dalam rapat harian dan koordinasi sampai agenda partai terkait hari raya Islam.
Mardiono melanjutkan kedua tokoh juga terekam tak hadir agenda Mukernas dan Rakornas PPP, padahal agenda tersebut sebagai forum penting partai.
Dia bahkan menyebut Gus Yasin malah mengirimkan surat ke Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menyatakan Mukernas PPP di Makassar sebagai agenda ilegal.
"Sekjen itu mengirimkan surat kepada Polda Sulsel bahwa acara tersebut sebagai ilegal dan harus dihentikan," kata Mardiono.
Dia juga menyebut Gus Yasin mengirim surat ke beberapa lembaga negara yang isinya menyatakan konsolidasi internal PPP tak sah.
"Kemudian mereka kirim surat ke mana-mana seluruh Indonesia yang ditandatangani oleh saudara Sekretaris Jenderal itu sendiri dengan menggunakan kop yang nyetak sendiri, stempel bikin sendiri," ujar Mardiono.
Dia menuturkan sejumlah kader PPP kemudian mendesak pencopotan Agus dan Gus Yasin dalam momen Rakornas partai teranyar.
Mardiono menyebutkan desakan muncul karena PPP bakal menghadapi verifikasi pemilu, sehingga partai harus solid.
Dia menganalogikan sebagai pilot yang membawa ratusan penumpang, lalu terdapat dua orang yang bikin rusuh di kabin.
"Kalau ada yang ribut satu atau dua, untuk kenyamanan penumpang yang lain, untuk tujuan keselamatan penumpang yang lain, kan, harus kami turunkan penumpang yang ribut itu," katanya. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Mardiono Perkuat Mesin PPP hingga Akar Rumput di Madura
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan




