Grid.ID - Bangun tidur biasanya menjadi waktu bagi tubuh untuk kembali mendapatkan energi setelah beristirahat sepanjang malam. Namun, tak sedikit orang yang justru masih merasa lemas, mengantuk, bahkan tidak bersemangat meski sudah tidur cukup lama.
Kondisi ini tidak selalu menandakan seseorang kurang tidur. Melainkan ada faktor lain yang dapat membuat tubuh tidak mendapatkan istirahat berkualitas, mulai dari kebiasaan sebelum tidur hingga gangguan kesehatan tertentu.
Lalu, mengapa tubuh masih terasa lelah ketika bangun tidur? Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.
1. Kualitas tidur yang kurang baik
Durasi tidur yang cukup ternyata tidak selalu menjamin tubuh mendapatkan istirahat maksimal. Pasalnya, kualitas tidur juga berpengaruh terhadap kondisi tubuh saat bangun pagi.
Jika saat tidur, seseorang sering terbangun di tengah malam, tubuh tidak bisa beristirahat secara optimal. Akibatnya, meski sudah tidur selama beberapa jam, rasa lelah dan kantuk masih bisa terasa ketika bangun.
Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari suara bising, suhu kamar yang terlalu panas, hingga stres. Gangguan tidur seperti insomnia juga dapat membuat seseorang sulit tidur nyenyak dan lebih sering terbangun pada malam hari.
2. Stres dan pikiran yang sulit dikendalikan
Terlalu banyak memikirkan masalah sebelum tidur ternyata bisa membuat tubuh sulit beristirahat dengan tenang. Saat mengalami stres atau kecemasan, pikiran cenderung terus aktif sehingga seseorang kesulitan merasa rileks meski sudah berbaring di tempat tidur.
Akibatnya, waktu yang dibutuhkan untuk terlelap bisa lebih lama. Tidak jarang, seseorang juga terbangun beberapa kali pada malam hari karena pikirannya masih dipenuhi berbagai hal.
Jika kondisi ini terus berlangsung, waktu istirahat menjadi kurang maksimal dan tubuh bisa terasa lemas saat bangun pagi. Stres yang berkepanjangan bahkan dapat membuat pola tidur semakin berantakan karena tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
3. Jadwal tidur yang tidak teratur
Mengutip laman Keslan Kementerian Kesehatan RI, kebiasaan tidur terlalu larut atau sering begadang ternyata bisa membuat tubuh kesulitan mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Apalagi jika ritme jam tidur dan bangun terus berubah setiap harinya.
Kondisi ini berkaitan dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Ketika jadwal istirahat sering berubah, tubuh bisa kesulitan menyesuaikan diri dengan waktu tidur yang baru.
Akibatnya, seseorang mungkin lebih sulit mengantuk pada malam hari atau malah masih merasa lemas ketika harus bangun pagi. Karena itu, menjaga ritme jadwal tidur dan bangun tetap konsisten penting dilakukan agar tubuh memiliki waktu istirahat yang lebih teratur.
4. Terlalu banyak mengonsumsi kafein menjelang tidur
Kebiasaan minum kopi, teh, atau minuman berenergi pada sore hingga malam hari bisa membuat seseorang sulit tidur nyenyak. Pasalnya, kandungan kafein di dalam minuman tersebut dapat merangsang sistem saraf sehingga tubuh tetap terjaga dan rasa kantuk lebih sulit muncul.
Akibatnya, seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur atau mengalami gangguan tidur pada malam hari. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini bisa membuat tubuh kurang mendapatkan waktu istirahat dan terasa lelah ketika bangun pagi.
Selain kafein, penggunaan ponsel menjelang tidur juga sebaiknya dibatasi. Paparan cahaya dari layar ponsel dapat mengganggu produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu mengatur rasa kantuk dan siklus tidur.
5. Mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea
Salah satu gangguan tidur yang bisa membuat tubuh tetap terasa lelah saat bangun pagi adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA). Kondisi ini terjadi ketika saluran pernapasan menyempit atau tersumbat saat seseorang tidur sehingga napas dapat berhenti sementara dan terjadi berulang kali sepanjang malam.
Akibatnya, kualitas tidur menjadi terganggu karena tubuh berkali-kali mengalami jeda pernapasan. Bahkan, penderitanya bisa terbangun sesaat tanpa disadari sehingga waktu istirahat tidak berjalan maksimal.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain mendengkur keras, terbangun seperti tersedak, mulut kering, dan sakit kepala saat bangun tidur. Penderitanya juga bisa merasa sangat mengantuk pada siang hari meski sudah tidur cukup lama.
Kebiasaan yang Bisa Dilakukan agar Bangun Tidur Lebih Segar
Ada beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur. Salah satunya dengan membiasakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari agar jam biologis tubuh tetap teratur.
Selain itu, usahakan kamar tidur tetap nyaman, kurangi penggunaan ponsel sebelum tidur, dan hindari minum kopi atau minuman berkafein pada malam hari. Melakukan aktivitas fisik secara rutin serta mengelola stres juga bisa membantu tubuh mendapatkan istirahat yang lebih baik.
Tidur yang berkualitas penting bagi kesehatan. Oleh karenanya, jika semua cara sudah dicoba dan masih merasa lelah setiap bangun tidur, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter.(*)
Artikel Asli




