Muncul Wacana Umat Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji, Begini Kata MUI

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Wacana itu digaungkan Wakil Menteri Umrah dan Haji Dahnil Anzar Simanjuntak.

Muncul Wacana Umat Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji, Begini Kata MUI

IDXChannel - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, ikut buka suara terkait wacana masyarakat non-muslim bisa turut serta menjadi petugas haji. Menurutnya petugas haji untuk ibadah tetap tidak boleh dari non-muslim.

Wacana itu digaungkan Wakil Menteri Umrah dan Haji Dahnil Anzar Simanjuntak.

Baca Juga:
356 Petugas Haji Tiba di Tanah Air

Cholil menjelaskan, keberadaan warga nonmuslim dalam ekosistem penyelenggaraan haji pada dasarnya dimungkinkan, namun terbatas pada ranah teknis atau tugas lapangan semata. Mereka tidak diperkenankan masuk ke dalam ranah pelayanan atau pembimbingan ibadah haji itu sendiri.

​“Petugas lapangan boleh, tapi bukan petugas ibadah. Karena untuk pelaksanaan ibadah, petugas haji tidak boleh dari nonmuslim,” ujar Cholil dalam keterangan yang dikutip, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:
3.220 Calon Petugas Haji Ikuti Ujian CAT Serentak di 34 Titik BKN se-Indonesia

Lebih lanjut, Cholil menilai, pentingnya memprioritaskan umat Islam untuk menjadi petugas haji. Menurutnya, haji merupakan ritual ibadah yang memiliki kekhususan syariat bagi pemeluk agama Islam.

Baca Juga:
Wamenhaj Buka Gagasan Petugas Haji Libatkan Masyarakat Non-Muslim

​“Tapi selagi masih ada yang muslim, baiknya itu yang muslim karena haji itu pelaksanaan ibadah yang khusus umat Islam. Toleransi dan ukhuwah itu ada tempat dan batasnya,” kata Kiai Cholil.

Sebelumnya, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan kelompok agama lain dalam pelayanan jamaah haji daerah. Hal ini dinilai dapat memperkuat nilai kebinekaan dan gotong royong sebagai karakter bangsa Indonesia.

Menurut Dahnil, pelayanan kepada jamaah tidak hanya didukung oleh umat Islam, tetapi juga dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam semangat kemanusiaan.

“Fokus kita adalah memastikan jamaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya,” ujar Wamenhaj Dahnil.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persija Jakarta Tak Didampingi Shin Tae-yong saat Hadapi PSMS Medan di League Cup, Ini Alasannya
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
OJK Ungkap Baru 13 Persen Warga RI yang Punya Produk Keuangan Syariah
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Rencana Ekspor SDA 2027, Bahlil Koordinasi dengan DSI
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profil dan Perjalanan Karier AKBP Netty Rosdiana Siagian yang Mundur dari Polri
• 2 jam laludisway.id
thumb
Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Narendra Mewanti-wanti Penerapan NCB: Perlu Dipertimbangkan
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.