Ekonomi Arab Saudi Menyusut 3,8 Persen meski Harga Minyak Dunia Melonjak

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ekonomi Arab Saudi menyusut 3,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III 2026. Kontraksi ini terjadi ketika harga minyak dunia justru melonjak hingga menembus USD 117 per barel. Sebagai salah satu negara produsen minyak terbesar dunia, Arab Saudi menghadapi tekanan ekonomi akibat konflik regional yang mengganggu aktivitas produksi dan ekspor minyak.

Mengutip Bloomberg, data awal Otoritas Umum Statistik Arab Saudi menunjukkan kontraksi ekonomi pada kuartal III lebih rendah dibandingkan penurunan 4,7 persen pada kuartal II 2026. Namun, kondisi tersebut menandai penyusutan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut, pertama kalinya sejak 2023.

Sementara, dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup naik USD 2,76 atau 2,4 persen menjadi USD 117,64 per barel pada Senin (2/11), setelah sempat menyentuh level tertinggi USD 118 per barel.

Lonjakan harga minyak tersebut tidak serta-merta mengangkat perekonomian Arab Saudi. Pasalnya, konflik di Timur Tengah justru menghambat aktivitas sektor minyak negara itu, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian.

Berdasarkan data otoritas statistik Arab Saudi, aktivitas sektor non-minyak masih mencatat pertumbuhan sebesar 1,9 persen, sementara sektor minyak merosot 20,4 persen pada kuartal III 2026. Kendati demikian, angka ini lebih baik dibandingkan kontraksi 24,8 persen pada kuartal sebelumnya.

Kontraksi sektor minyak terjadi di tengah perang Amerika Serikat (AS)-Iran yang berlangsung selama delapan bulan dan konflik dengan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Teheran.

Serangan Iran dan kelompok-kelompok proksinya terhadap sekutu AS di kawasan Teluk Persia turut menyasar fasilitas energi Arab Saudi. Serangan tersebut mengganggu aktivitas pemompaan dan ekspor minyak, juga menghambat lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia.

Untuk mengurangi dampak gangguan tersebut, Arab Saudi berupaya mengalihkan aliran minyak melalui jaringan pipa menuju pelabuhan di Laut Merah. Namun, data kuartal III menunjukkan adanya penghentian sementara operasional jaringan pipa tersebut pada September akibat gelombang serangan.

Kemudian, serangkaian serangan udara oleh kelompok pemberontak Yaman pada Oktober membatasi perjalanan udara menuju dan dari Riyadh, menunda sejumlah acara besar, sampai berdampak pada aktivitas di kawasan keuangan utama ibu kota.

Dampaknya, pembelajaran jarak jauh bagi sejumlah sekolah di Riyadh juga diperpanjang hingga setidaknya 5 November. King Abdullah Financial District, kawasan pusat bisnis dan finansial yang terletak di jantung kota Riyadh, juga mempertahankan kebijakan bekerja dari jarak jauh bagi para penyewa hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kondisi ini menyita perhatian investor dan ekonom yang tertuju pada kinerja sektor non-minyak Arab Saudi pada kuartal IV 2026. Mereka menilai sektor minyak masih berpotensi menunjukkan ketahanan seiring peningkatan ekspor dan harga minyak mentah Brent yang diperdagangkan di atas USD 115 per barel.

International Monetary Fund (IMF) sebelumnya menyatakan cadangan fiskal Arab Saudi dan fasilitas alternatif ekspor minyak dapat membantu membatasi dampak perang terhadap perekonomian negara tersebut. IMF juga menilai Arab Saudi memiliki posisi yang relatif lebih kuat dibandingkan negara-negara Teluk lainnya dalam menghadapi gejolak regional.

Sebelum eskalasi konflik dengan kelompok Houthi, pemerintah Arab Saudi telah menaikkan proyeksi defisit anggaran 2026 menjadi 4,9 persen dari produk domestik bruto (PDB). Pemerintah juga memperkirakan ekonomi negara akan menyusut 3,6 persen sepanjang 2026, mendekati kondisi saat pandemi Covid-19 pada 2020.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenhaj Jelaskan soal Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Singgung Tugas Teknis
• 5 jam laludetik.com
thumb
[FULL] Keterangan Kapolda Metro Jaya Soal Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari!
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Terdakwa Kasus Bea Cukai Ngaku Pernah Dihubungi, Ahmad Dhani Beri Penjelasan
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pemprov DKI Siap Fasilitasi Aturan Larangan Vape Polri
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Truk Molen Maut Bekasi Ternyata 6 Tahun Tak Uji KIR, Kemenhub Panggil Perusahaan
• 14 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.