KSAD Australia Buka Suara Soal Rencana Fasilitas Latihan Militer di Morotai

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Rencana pembangunan fasilitas latihan militer bersama Indonesia dan Australia di Morotai, Maluku Utara, menjadi salah satu poin strategis dalam hubungan pertahanan antara kedua negara. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Australia (Chief of Army), Letnan Jenderal Susan May Coyle, menegaskan bahwa fasilitas tersebut murni ditujukan sebagai pusat latihan bersama dan berada di bawah kendali penuh Indonesia.

Letjen Coyle menjelaskan bahwa kesepakatan pembentukan fasilitas tersebut merupakan turunan dari Perjanjian Jakarta (Jakarta Treaty) yang ditandatangani kedua negara pada Februari 2026. Kesepakatan ini dinilai sebagai langkah politik dan militer yang sangat penting dalam memperkuat benteng pertahanan kawasan.

"Ini adalah keputusan yang sangat kuat dari kedua pemerintah untuk bekerja sama. Mengenai detail isi fasilitas dan teknis pelaksanaannya, saat ini masih dalam tahap pembahasan intensif," ujar KSAD perempuan pertama Australia tersebut dalam wawancara dengan Indonesianow.co di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, hari Senin (2/11/2026).

Baca juga: Australian Chief of Army Calls for Strengthened Military Cooperation between Australia and Indonesia

Terkait spekulasi mengenai kemungkinan penempatan pangkalan atau pasukan permanen di wilayah tersebut, Letjen Coyle dalam kunjungannya ke Indonesia, menepis anggapan tersebut. Ia menekankan bahwa proyek ini murni fasilitas latihan yang dipimpin oleh pihak Indonesia (Indonesian-led joint training facility).

"Saya tidak mencatat adanya rencana untuk fasilitas permanen atau sejenisnya. Ini murni fasilitas latihan bersama. Kami akan sangat senang datang dan berlatih bersama Indonesia setelah fasilitas tersebut selesai dibangun. Ini akan menjadi kapabilitas yang luar biasa untuk masa depan," pungkasnya.

Sebelumnya, KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi R menerima kunjungan kehormatan Letjen Coyle di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta. Pertemuan pada hari Senin (2/11) tersebut membahas penguatan kerja sama militer TNI AD dan AD Australia.

Dalam keterangan Dispenad, kunjungan tersebut diawali dengan upacara penghormatan militer sebagai bentuk penghormatan TNI AD kepada pimpinan AD Australia tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan courtesy call di ruang tamu KSAD.




(ita/ita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tergiur Untung Harian hingga Bulanan, 99 Orang Malah Kehilangan Rp5,7 Miliar
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Siap Dukung Muktamar ke-49 Muhammadiyah, Bobby Nasution Harapkan Berdampak pada Ekonomi Daerah
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Java Jive Rilis Ulang Album Debut ke Piringan Hitam, Begini Syarat dan Ketentuan Pemesanan
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Minyak Brent US$ 105 per Barel usai Anjlok 7% Seiring Kabar Damai AS-Iran
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
7 Jus Pembakar Lemak yang Bantu Ratakan Perut Buncit
• 19 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.