Viral Kisah Kakek dan Cucu di Tasikmalaya yang Tinggal di Gubuk Reyot, Dedi Mulyadi Turun Tangan Lakukan ini

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.ID - Kisah kakek dan cucu di Tasikmalaya yang tinggal di gubuk reyot kini viral. Dedi Mulyadi langsung turun tangan lakukan ini.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyambangi secara langsung kediaman Nana Kustaman (72) yang berupa gubuk tidak layak huni di Kampung Paledang, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Sabtu (31/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kehidupan kakek yang bekerja sebagai penarik becak dan tinggal bersama cucunya. Dalam kesempatan itu, Dedi juga memberikan bantuan untuk pembangunan rumah yang lebih layak bagi Nana.

"Kan kita tahunya dari media. Nah, bagi saya sebagai gubernur, tentunya ini adalah pembelajaran penting bagi seluruh aparat," kata Dedi, dikutip dari Tribun Jabar.

"Tidak boleh ada warga yang diketahui mengalami masalah, rumahnya pakai plastik, di areal kuburan, itu diketahuinya oleh orang lain, semestinya diketahui oleh pemerintah," sambungnya.

Dedi mengatakan, aktivitasnya yang kerap blusukan hingga ke pelosok daerah bertujuan untuk mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi masyarakat.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian pemerintah di tingkat desa dan kelurahan agar lebih aktif memantau kehidupan warga, khususnya kalangan masyarakat kecil.

Ia turut meminta para bupati dan wali kota menginstruksikan seluruh aparat kelurahan untuk secara rutin berkeliling dan mengunjungi permukiman penduduk setiap hari.

"Ini yang saya maksud gubernur ngajarin keliling-keliling, kukurusukan teh, kalau lurahnya kukurusukan kan pasti ketemu sama lurah," jelas dia.

"Tetapi sudahlah, ini pembelajaran penting bagi siapapun terutama seluruh aparat. Ini koreksi juga bagi saya sebagai gubernur," tambahnya.

Pemprov Jabar telah menerjunkan tim teknis ke lokasi untuk mengukur dan mempersiapkan proses rehabilitasi total gubuk Nana agar menjadi hunian layak huni.

 Baca Juga: Viral Puskesmas Bantarujeug Diduga Tolak Pasien, Dedi Mulyadi Buka Suara sampai Minta Dinkes Audit Pelayanan

 

"Tim saya sudah ke sini dan segera dibangun, nanti hari Senin mulai dibangun. Bahkan, sudah disiapkan alokasinya, mereka sudah dapat modal biaya di luar bangunan sebesar Rp 25 juta sudah diserahin sejak 2 hari kemarin," tegas Dedi.

Dedi juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada para donatur dan kalangan swasta yang menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan kepada Nana. Meski demikian, ia mengimbau agar sumbangan berupa uang dari masyarakat disimpan atau disalurkan melalui rekening bank sehingga lebih aman dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan jangka panjang.

Sebelumnya, cerita tentang perjuangan hidup Nana yang ramai diperbincangkan di berbagai media sosial telah menggugah kepedulian banyak orang. Nana diketahui merupakan seorang lansia yang bekerja sebagai penarik becak.

Ia terus berjuang mencari nafkah demi membesarkan cucunya, Seka Elmansyah (12), meskipun selama puluhan tahun harus tinggal di tempat yang jauh dari kata layak.

Nana dan sang cucu menempati sebuah gubuk berukuran sekitar 2 x 3 meter yang berada di RT 03 RW 05, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Kondisi bangunan tersebut sangat memprihatinkan.

Dinding yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu sudah lapuk serta rusak, sedangkan bagian atapnya hanya ditutupi spanduk bekas untuk melindungi penghuni dari panas matahari maupun hujan.

Nana telah bertahan di gubuk sederhana itu sejak 2005 demi menekan biaya hidup. Uang yang diperolehnya dari mengayuh becak dengan penghasilan terbatas lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai kehidupan sang cucu.

Pasalnya, ibu Seka telah meninggalkan anaknya dan pergi ke Bandung tanpa memberikan kabar sejak cucunya masih kecil.

"Saya tinggal di sini sejak tahun 2005. Saya asli warga di sini. Iya, seada-ada saja karena penghasilan seadanya dari menarik becak," kata Nana saat ditemui di depan gubuknya, Jumat (30/10/2026), dikutip dari Kompas.com.

Kondisi ekonomi yang serba kekurangan tidak membuat Nana menyerah dalam membesarkan cucunya. Seka diketahui mengalami keterbatasan dalam bersosialisasi serta kesulitan berbicara dengan lancar.

Bahkan, hingga menginjak usia 12 tahun, bocah tersebut belum pernah mendapatkan pendidikan formal di sekolah.

 Baca Juga: Dedi Mulyadi Ungkap Kondisi Keuangan Jawa Barat, Ajak Masyarakat Gotong Royong Bayar Pajak

 

Walaupun harus menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan, Nana tetap bersikukuh merawat cucunya sendiri. Ia bahkan menolak tawaran sejumlah pihak yang ingin menitipkan Seka ke panti asuhan.

Bagi kakek yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak tersebut, Seka merupakan satu-satunya keluarga sekaligus orang tersayang yang masih dimilikinya.

"Saya sejak dulu bertekad akan terus membesarkan cucu saya sekuat tenaga. Saya enggak mau dia dipindahkan ke panti asuhan. Saya masih kuat mengurusnya karena cuma dia satu-satunya lagi keluarga saya," jelas dia.

Tanah yang kini ditempati Nana untuk mendirikan gubuk sederhana itu sebelumnya merupakan lokasi rumah permanen milik keluarga besarnya. Namun, bangunan tersebut telah lama roboh karena termakan usia.

Lantaran tidak mempunyai cukup uang untuk membangun kembali rumah tersebut, Nana akhirnya memilih mendirikan tempat tinggal seadanya di atas lahan yang menjadi milik bersama keluarga. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Terbitkan Surat Edaran Larangan Personel Pakai Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Kantor
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wamen Komdigi ajak perguruan tinggi jadi penentu arah pengembangan AI
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Kesaksian Ferry Boboho Disuruh Eks Jampidsus Febrie Minta Uang kepada Tan Kian
• 16 jam laluokezone.com
thumb
1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, Pramono: Jangan Setengah-Setengah
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pertamina Siapkan 837 SPBU untuk Dukung Program Motor Listrik Nasional
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.