Pencarian 2 Korban Longsor di Pelaga Eco Park Bali Terkendala Akses Alat Berat

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Proses pencarian dua korban tanah longsor di kawasan Pelaga Eco Park Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, terkendala akses menuju lokasi kejadian.

Kondisi medan yang sulit dijangkau serta tanah perbukitan yang masih labil membuat tim SAR gabungan tidak dapat mengerahkan alat berat untuk membantu proses pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan operasi pencarian hari kedua pada Selasa (03/11) juga masih nihil.

Namun, hingga sore hari, pencarian masih dilakukan secara manual dengan mempertimbangkan kondisi tanah yang berpotensi mengalami pergerakan susulan.

"Karena melihat lokasi sekarang ini dan tanah di perbukitan masih labil, di lokasi tanah juga masih kondisi labil, kita harus berhati-hati dalam pencarian," kata Sidakarya saat ditemui wartawan di Pelaga Eco Park Glamping Retreat, Selasa (03/11).

Menurut Sidakarya, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala utama dalam pengerahan peralatan. Jalur menuju titik pencarian terlalu sempit sehingga alat berat kemungkinan tidak dapat masuk ke lokasi.

"Melihat dari akses, kemungkinan tidak bisa (menggunakan alat berat) karena jalur menuju lokasi sangat kecil. Kita masih menggunakan alat secara manual," ujarnya.

Dalam proses pencarian, tim menggunakan sejumlah peralatan seperti chainsaw, sensor, pompa air alkon, dan cangkul untuk membersihkan material longsoran maupun puing-puing di sekitar aliran sungai.

Pada hari kedua operasi, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran ke arah hilir sungai dengan radius sekitar 2,5 kilometer. Namun, hingga sore hari, kedua korban belum ditemukan.

"Kalau barang korban tidak ada ditemukan dan tim SAR gabungan fokus mencari target yang kita curigai," ungkap Sidakarya.

Sidakarya menyebut radius pencarian akan diperluas pada hari ketiga operasi. Dari sebelumnya sekitar 2,5 kilometer, penyisiran direncanakan berkembang menjadi 3 hingga 3,5 kilometer.

Operasi pencarian juga tetap dilaksanakan pada Rabu (4/11), meskipun bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi bagi umat Hindu.

Tim SAR gabungan dijadwalkan memulai kegiatan dengan briefing pada pukul 07.00 WITA dan melakukan evaluasi atau debriefing pada pukul 17.00 WITA.

"Kearifan lokal tetap kita laksanakan, pencarian tetap akan kita lanjutkan. Karena pencarian ini ada warga negara asing dan warga negara Indonesia yang harus kita cari," kata Sidakarya.

Sidakarya berharap kedua korban dapat segera ditemukan melalui upaya pencarian yang dilakukan bersama seluruh unsur SAR gabungan. Basarnas sendiri memiliki batas waktu operasi pencarian selama tujuh hari, dengan harapan korban dapat ditemukan sebelum batas waktu tersebut.

"Mudah-mudahan sebelum tujuh hari bisa kita temukan oleh tim SAR gabungan," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenkes: Layanan Lab Indonesia Tak Kalah dari Luar Negeri, tapi Pelayanan Perlu Ditingkatkan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Liga Champions 2026-2027 Pekan Ini: Manchester United Jamu AS Roma, Calvin Verdonk ke Norwegia
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Polri Ungkap Modus Rekrutmen WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia: Gaji Besar hingga Bonus Rp 620 Juta
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Fasilitas Taman Tebet Kurang Terawat di Tengah Wacana Buka 24 Jam
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Soal Pati Polri Ditangkap Karena Diduga Menyadap Presiden, Yusril: Itu Rumor, Mohon Bersabar
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.