OCBC Group memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat pada 2027 dibandingkan tahun ini. Setelah diproyeksikan tumbuh sebesar 5,2% sepanjang 2026, perekonomian nasional diperkirakan hanya mencatatkan pertumbuhan sekitar 5% pada tahun depan.
Chief Economist & Head of OCBC Group Research, Selena Ling menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026 masih dipertahankan pada level 5,2%, meskipun ketidakpastian global terus meningkat.
"Untuk proyeksi Indonesia, kami masih berada di angka 5,2%," ujar Selena dalam kegiatan OCBC Outlook 2027 di Jakarta pada, Selasa (3/11/2026).
Perkiraan tersebut disampaikan menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026. Namun, OCBC tidak memberikan angka proyeksi khusus untuk pertumbuhan ekonomi kuartal tersebut dalam sesi tanya jawab.
Di sisi eksternal, ketidakpastian kebijakan perdagangan dan luar negeri Amerika Serikat, konflik geopolitik, serta tekanan harga energi menjadi sejumlah risiko yang perlu dicermati. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas perdagangan, investasi, dan keputusan ekspansi perusahaan.
Baca Juga: OCBC Ramal The Fed Naikkan Bunga Desember, BI Menyusul?
Baca Juga: Tumbuh 16%, Penyaluran Kredit OCBC NISP Tembus Rp190,8 Triliun
Meski demikian, Selena melihat Indonesia masih memiliki peluang untuk memperkuat ketahanan ekonominya melalui investasi hilirisasi, pengembangan rantai pasok domestik, serta pembangunan infrastruktur pendukung industri.
Dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 5% pada 2027, OCBC memperkirakan perekonomian Indonesia masih dapat mempertahankan ekspansi, meskipun lajunya berpotensi lebih lambat dibandingkan 2026.





