Pertamina-Toyota Perkuat Kemitraan Strategis untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - PT Pertamina (Persero) dan Toyota Group memperkuat kemitraan strategis melalui perpanjangan kerja sama selama lima tahun ke depan hingga 2030.

Kolaborasi ini mencakup pengembangan bahan bakar rendah karbon, pelumas, teknologi hidrogen, hingga produk petrokimia untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi di Indonesia.

Baca Juga :
Pertamina Bawa 5 UMKM Lokal Buka Peluang Pasar Global di ASCOPE 2026
Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis di Algeria, Optimalkan Aset Hulu Migas untuk Ketahanan Energi Nasional

Komitmen tersebut dibahas dalam Annual Meeting 2026 Pertamina - Toyota Cooperation, Surakarta. pada Rabu (28/10).

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan, kemitraan dengan Toyota merupakan bagian dari upaya mendukung prioritas nasional, khususnya agenda Asta Cita dalam memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi energi melalui inovasi.

Menurutnya, dinamika geopolitik dan perubahan kondisi energi global membuat kolaborasi strategis semakin penting untuk dikembangkan.

"Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan kemajuan kolaborasi kita sekaligus mencerminkan komitmen bersama untuk menerjemahkan keahlian teknis dan inovasi menjadi hasil bisnis yang nyata," ujar Oki dalam sambutannya, dikutip Selasa (3/11/2026).

SVP Technology Innovation & Implementation Pertamina Hana Timoti menjelaskan, kolaborasi dengan Toyota dibangun berdasarkan keahlian masing-masing perusahaan.

Pertamina berperan dalam mengembangkan dan memasok bahan bakar, sedangkan Toyota berkontribusi melalui pengembangan teknologi otomotif dan pemahaman terhadap kebutuhan energi sektor transportasi.

Menurut Hana, kedua perusahaan perlu memastikan bahwa pengembangan bahan bakar dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi kendaraan.

Dengan demikian, bahan bakar yang diproduksi Pertamina dapat memenuhi kebutuhan kendaraan yang digunakan masyarakat maupun industri otomotif pada masa mendatang.

"Jadi, masing-masing punya manfaat terkait bagaimana bahan bakar dan teknologi bahan bakar ke depannya, serta bagaimana teknologi otomotif berkembang. Harapannya, keduanya bisa saling berjalan dan bersinergi untuk membangun ekosistem transportasi, terutama transportasi darat," jelas Hana.

Pemanfaatan energi alternatif juga menjadi pokok pembahasan. Namun, pemanfaatan ini menurut Hana perlu membangun ekosistem yang saling mendukung.

"Salah satu tantangan pengembangan energi alternatif adalah membangun ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut digunakan secara luas dan memiliki nilai keekonomian. Teknologi kendaraan berbasis hidrogen, misalnya, sudah dikembangkan, tetapi pemanfaatannya masih memerlukan kesiapan pasokan, infrastruktur, serta model bisnis yang mendukung komersialisasi. Harga juga menjadi pertimbangan karena bahan bakar fosil saat ini masih relatif lebih murah," tambah Hana.

Baca Juga :
Pertamina Perluas Akses Pasar, Hadirkan SMEXPO di Bekasi
Distribusi BBM Jadi Sorotan, Pengamat Nilai Kolaborasi Pertamina dan Pemda Penting Jaga Ekonomi
Harga BBM Terbaru 1 November 2026 di Semua SPBU

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri: Listyo Sigit Prabowo Dkk Ditahan di Rutan Mabes
• 37 menit laludetik.com
thumb
Pesawat Cessna Jatuh Sesaat usai Lepas Landas di Meksiko, Dua Orang Tewas
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Pihak Betrand Peto Sebut ANW Datang dalam Pengaruh Alkohol, Kuasa Hukum: Mereka Pesan Minuman yang Sama
• 6 jam lalugrid.id
thumb
BMKG: Waspada Banjir Rob Akibat Fase Bulan Baru pada 2-17 November, Ini Wilayahnya!
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.