Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial X mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengajukan pinjaman sebesar Rp300 triliun kepada China untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Unggahan yang dipublikasikan pada Kamis (15/10/2026) tersebut menampilkan poster digital bergambar Prabowo, Suahasil, bendera China, dan ilustrasi kebakaran hutan.
Poster itu juga memuat tulisan yang menyebut pemerintah akan mengajukan utang Rp300 triliun khusus untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG.
Berikut narasi dalam gambar tersebut:
“Di tengah kejadian karhutla, Prabowo perintahkan Suahasil ajukan utang ke China sebesar Rp300 triliun khusus hanya untuk pelaksanaan MBG yang lebih berkualitas!”
Namun, benarkah Prabowo memerintahkan Suahasil mengajukan utang Rp300 triliun kepada China untuk membiayai program MBG?
Unggahan yang menarasikan Prabowo minta Menkeu Suahasil ajukan utang Rp300 triliun kepada China untuk MBG. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (X) Penjelasan:
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi yang membuktikan adanya perintah Presiden Prabowo kepada Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk mengajukan pinjaman Rp300 triliun kepada China khusus untuk membiayai MBG.
Dalam ANTARA pada 18 September 2026, pemerintah dilaporkan telah merealisasikan pembiayaan utang sebesar Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026.
Jumlah tersebut mencapai 60,8 persen dari target pembiayaan utang dalam APBN 2026 sebesar Rp832,2 triliun.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa pembiayaan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp527,4 triliun.
Data tersebut merupakan gambaran pembiayaan utang pemerintah secara keseluruhan. Tidak ada keterangan dalam laporan tersebut yang menyebut pengajuan pinjaman sebesar Rp300 triliun dari China untuk program MBG.
Sementara itu, program MBG masih berjalan. Dalam laporan ANTARA, realisasi anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga 30 September 2026. Pada periode yang sama, program tersebut telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Suahasil juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memperbaiki tata kelola program MBG. Perbaikan tersebut mencakup penguatan standar kebersihan dan sanitasi serta penutupan sementara SPPG yang belum memenuhi persyaratan.
Dengan demikian, klaim bahwa Presiden Prabowo memerintahkan Suahasil Nazara mengajukan utang Rp300 triliun kepada China khusus untuk membiayai program MBG tidak berdasar. Data pembiayaan utang pemerintah dan realisasi anggaran MBG tidak menunjukkan adanya perintah maupun pengajuan pinjaman khusus tersebut.
Klaim: Prabowo minta Menkeu Suahasil ajukan utang Rp300 triliun kepada China untuk MBG
Rating: Hoaks
Cek fakta: Hoaks! Prabowo tutup MBG karena krisis ekonomi
Cek fakta: Hoaks! Zulhas usulkan MBG diganti uang Rp300 ribu perbulan
Baca juga: BGN berdayakan lebih dari satu juta tenaga kerja dalam Program MBG
Unggahan yang dipublikasikan pada Kamis (15/10/2026) tersebut menampilkan poster digital bergambar Prabowo, Suahasil, bendera China, dan ilustrasi kebakaran hutan.
Poster itu juga memuat tulisan yang menyebut pemerintah akan mengajukan utang Rp300 triliun khusus untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG.
Berikut narasi dalam gambar tersebut:
“Di tengah kejadian karhutla, Prabowo perintahkan Suahasil ajukan utang ke China sebesar Rp300 triliun khusus hanya untuk pelaksanaan MBG yang lebih berkualitas!”
Namun, benarkah Prabowo memerintahkan Suahasil mengajukan utang Rp300 triliun kepada China untuk membiayai program MBG?
Unggahan yang menarasikan Prabowo minta Menkeu Suahasil ajukan utang Rp300 triliun kepada China untuk MBG. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (X) Penjelasan:
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi yang membuktikan adanya perintah Presiden Prabowo kepada Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk mengajukan pinjaman Rp300 triliun kepada China khusus untuk membiayai MBG.
Dalam ANTARA pada 18 September 2026, pemerintah dilaporkan telah merealisasikan pembiayaan utang sebesar Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026.
Jumlah tersebut mencapai 60,8 persen dari target pembiayaan utang dalam APBN 2026 sebesar Rp832,2 triliun.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa pembiayaan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp527,4 triliun.
Data tersebut merupakan gambaran pembiayaan utang pemerintah secara keseluruhan. Tidak ada keterangan dalam laporan tersebut yang menyebut pengajuan pinjaman sebesar Rp300 triliun dari China untuk program MBG.
Sementara itu, program MBG masih berjalan. Dalam laporan ANTARA, realisasi anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga 30 September 2026. Pada periode yang sama, program tersebut telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Suahasil juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memperbaiki tata kelola program MBG. Perbaikan tersebut mencakup penguatan standar kebersihan dan sanitasi serta penutupan sementara SPPG yang belum memenuhi persyaratan.
Dengan demikian, klaim bahwa Presiden Prabowo memerintahkan Suahasil Nazara mengajukan utang Rp300 triliun kepada China khusus untuk membiayai program MBG tidak berdasar. Data pembiayaan utang pemerintah dan realisasi anggaran MBG tidak menunjukkan adanya perintah maupun pengajuan pinjaman khusus tersebut.
Klaim: Prabowo minta Menkeu Suahasil ajukan utang Rp300 triliun kepada China untuk MBG
Rating: Hoaks
Cek fakta: Hoaks! Prabowo tutup MBG karena krisis ekonomi
Cek fakta: Hoaks! Zulhas usulkan MBG diganti uang Rp300 ribu perbulan
Baca juga: BGN berdayakan lebih dari satu juta tenaga kerja dalam Program MBG





