JAKARTA, KOMPAS.TV - Dewan Pembina Gibranisti, Ade Darmawan, menyoroti surat keterangan atau suket penyetaraan pendidikan Gibran Rakabuming Raka yang dulu dinyatakan sah tapi kini menjadi tidak sah.
Sorotan itu disampaikan Ade dalam dialog Kompas Petang KompasTV, Selasa (3/11/2026), saat menjawab pertanyaan tentang kasak-kusuk partai politik di DPR usai keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) soal suket Gibran.
Menurut Ade, partai politik yang kasak kusuk di DPR sekarang merupakan partai politik pengusung Gibran di pemilihan wali kota Solo pada 2020.
“Tapi sampai saat ini saya lihat belum terlalu kelihatan ya, apalagi yang kasak kusuk itu katakanlah partai pengusung Mas Gibran di zaman 2020 ya,” kata dia.
Baca Juga: Polisi Jadikan Putusan MK Referensi untuk Dalami Laporan Suket Gibran
“Ya, pastinya kan gini, dulu suketnya sah di tahun 2019, ya kan, dipakai pada saat pilwalikota, terus dikatakan sah, dan diverifikasi juga tentunya semua bakal calon yang akan mencalonkan wali kota pada saat itu, pasti diminta administrasinya. Nah, dulu sah, sekarang dikatakan tidak sah,” bebernya.
Ade berpendapat, pernyataan yang menyebut suket Gibran tidak sah merupakan ungkapan-ungkapan politik.
Jangan Main BelakangIa kemudian meminta mereka yang menyebut suket Gibran tidak sah, agar tidak berkompetisi dengan cara main belakang.
“Ungkapan-ungkapan politik yang sebenarnya ingin--ya gini loh menurut saya, ya kalau memang kita mau apa namanya, kita mau berkompetisi, enggak perlu lewat main belakang lah,” ujar Ade.
“Cukup berkompetisi 2029 sajalah. Iya kan? Nah, jangan juga kita ya mau berupaya, kita mau mengambil suara 58 juta sekian tanpa harus ada pemilu,” tambahnya.
Saat ditanya apakah kubu Gibran tidak menyiapkan langkah apa pun termasuk langkah politik, Ade hanya mengatakan akan melihat perkembangan.
Baca Juga: Faldo Maldini Menilai Polemik Suket Gibran Muncul dari Perbedaan Penafsiran Kata "Sederajat"
“Kita lihat saja nanti, kan masih merupakan wacana pembicaraan, ya kan. Nah, kita meyakini, kenapa? Karena Mas Gibran dan Prabowo-Gibran ini diusung berpasangan itu lewat partai-partai politik juga kan,” ungkapnya.
“Kan diusung melalui partai namanya KIM Plus. Nah, saya rasa itu yang harus kita lihat juga. Nah, ini yang kasak-kusuk kan memang bukan dari--apa ya--yang kemarin menjadi rival toh,” tuturnya.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- gibranisti
- suket gibran
- gibran
- gibran rakabuming raka
- Ade Darmawan
- partai politik





