-
-
-
-
-
Belakangan publik dibuat heboh dengan penangkapan sejumlah jenderal polisi aktifâtermasuk kabar keterlibatan jenderal bintang empat berinisial L serta beberapa perwira tinggi lainnya. Meski kabar ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian, namun pemberitaan ini sudah menarik perhatian publik.
Berdasarkan isu yang berkembang, beberapa perwira tinggi Polri (termasuk jenderal bintang empat berinisial L, perwira bintang tiga berinisial A, beberapa perwira bintang dua, dan perwira menengah) diamankan oleh Divisi Propam Polri terkait dugaan penyadapan terkoordinir terhadap petinggi negara atau kebocoran rahasia negara.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Edizon Isir menyatakan, pihaknya masih mendalami dan mengecek kebenaran informasi tersebut. Oleh karena itu, mereka belum bisa mengungkapkan identitas serta jumlah perwira yang dimaksud tersebut.
"Kami belum bisa mengungkap identitas maupun jumlah perwira yang dimaksud dan meminta publik menunggu keterangan resmi selanjutnya," ujar Johnny Edizon Isir.
Bukan hanya itu, dari rumor yang berkembang, para petinggi tersebut telah dijadikan tersangka. Mereka ialah Irjen AS, EH, NS, dan juga seorang Komjen berinisial A. Kemudian terkait jenderal polisi aktif berinisial L, sumber tersebut juga menegaskan yang bersangkutan juga sudah ditetapkan sebagai tersangka meski tidak ditahan.
Sementara itu, penangkapan para petinggi Polri ini dilakukan oleh pihak Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri, pada antara pukul 01.00 hingga 03.00 Selasa (3/11/2026) dinihari. Penangkapan ini berawal dari hasil penyelidikan pihak Mabes Polri yang menemukan adanya aktivitas penyadapan terhadap petinggi negara.
"Yang disadap salah satunya adalah Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy," ujarnya.
Sumber tersebut juga menyebut, aktivitas penyadapan dilakukan dari sebuah rumah di Kompleks Widya Chandra, yang merupakan kompleks pejabat tinggi negara. (ND)





