Grid.ID - Ersya Aurelia mendapatkan pengalaman baru saat terlibat dalam serial WeTV Original Sleeping with the Enemy. Untuk pertama kalinya, ia menjalani proses syuting adegan intim dengan didampingi seorang intimacy coordinator.
Dalam serial tersebut, Ersya menjadi salah satu pemain yang terlibat dalam sejumlah adegan intim. Ia mengaku kehadiran Putri Ayudya sebagai intimacy coordinator membuat proses pengambilan gambar terasa lebih mudah dan nyaman.
“Ini pertama kali aku bekerja sama dengan intimacy coordinator, Mbak Putri, dan yang aku rasakan adalah jadinya sangat mudah sih, sangat dipermudah banget prosesnya ketika menjalani scene-scene intim,” ungkap Ersya Aurelia ditemui di Senayan, Jakarta Pusat.
Menurut Ersya, salah satu hal yang membuatnya nyaman adalah adanya pembicaraan mengenai batasan setiap pemain sebelum adegan dilakukan. Dengan begitu, seluruh pihak bisa mengetahui hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses syuting.
Ia juga merasa pengambilan gambar menjadi lebih terarah karena setiap adegan sudah dibicarakan terlebih dahulu. Termasuk menentukan bagian yang akan ditampilkan serta sudut kamera yang digunakan.
“Ditambah semua batasan-batasan dan apa yang kita nyaman dan enggak itu semua dibahas dulu sebelum kita mengerjakan adegan,” jelas Ersya pada Selasa (3/11/2026).
Selain adanya pendampingan, jumlah orang yang berada di lokasi syuting juga dibatasi. Ersya menyebut hanya kru yang memiliki kepentingan dalam pengambilan gambar yang diperbolehkan masuk ke set.
Kondisi tersebut membuatnya bisa lebih leluasa saat menjalani adegan bersama lawan mainnya. Ia juga merasa proses diskusi menjadi lebih mudah karena semua hal sudah disepakati sejak awal.
“Dan secara diskusi juga jadi lancar banget gitu karena sudah dibahas sebelumnya batasan-batasannya,” tambah Ersya.
Tak hanya berterima kasih kepada Putri Ayudya dan tim produksi, Ersya juga memberikan apresiasi kepada Mike sebagai lawan mainnya. Menurutnya, kerja sama yang baik di antara mereka turut membantu menciptakan suasana syuting yang nyaman.
Pengalaman tersebut membuat Ersya melihat pentingnya komunikasi dan kesepakatan bersama dalam proses pengambilan adegan intim. Baginya, kenyamanan pemain menjadi hal yang tidak kalah penting dari hasil adegan yang ditampilkan kepada penonton. (*)
Artikel Asli




