Tunggal putra Indonesia Richie Duta Richardo mengamankan tiket babak utama turnamen bulu tangkis Korea Open 2026 di Yeosu. Dikutip dari laporan Djarum Badminton, pemain unggulan teratas babak kualifikasi ini harus menuntaskan dua pertandingan tiga gim penuh di Jinnam Gymnasium untuk melaju ke babak 32 besar.
Perjalanan berat tersebut bermula saat Richie mengandaskan perlawanan tunggal putra Amerika Serikat, Garret Tan. Tak berselang lama, pebulu tangkis muda ini kembali memeras keringat menghadapi wakil Malaysia, Eogene Ewe, demi mempertahankan peluangnya di turnamen berlevel Super 500 ini.
Perjuangan Membalikkan Keadaan Melawan Garret TanRichie membuka penampilannya di babak kualifikasi dengan menghadapi rintangan berat dari Garret Tan. Ia sempat kehilangan kendali ritme permainan sehingga takluk pada gim pertama dengan skor 14-21.
Pebulu tangkis yang menyandang status juara Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 tersebut segera bangkit dan tampil dominan pada gim berikutnya. Richie akhirnya menyudahi perlawanan Tan dalam durasi 46 menit melalui kemenangan telak 21-4 dan 21-12.
Drama Sengit Tiga Gim Menghadapi Wakil MalaysiaUjian ketahanan mental kembali dialami Richie saat bersua Eogene Ewe pada laga penentuan babak kualifikasi. Pertandingan berjalan sengit selama 57 menit sebelum Richie berhasil mengunci kemenangan tipis 22-20, 17-21, dan 21-19.
Richie mengakui bahwa duel melawan pebulu tangkis Malaysia tersebut menuntut fisik dan konsentrasi tinggi sejak awal laga. “Pastinya ini tidak mudah bagi saya, walaupun babak kualifikasi tapi dengan level Super 500 lawannya sudah begitu matang,” tanggap Richie melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Kedua pemain masih saling membaca pola serangan pada gim pertama hingga Richie sempat tertinggal saat lawan mencapai angka 20. Ia berhasil memanfaatkan kelengahan lawan pada poin-poin kritis untuk merebut kemenangan gim pembuka.
Situasi justru berbalik pada gim kedua ketika Richie yang sudah unggul 15-10 malah kerap melakukan kesalahan sendiri akibat terburu-buru. “Di gim ketiga saya unggul jauh dan terkejar, ada tambahan pressure dan panik jadi mainnya malah tidak tenang. Bumerang bagi saya, tapi beruntung di poin terakhir dia melakukan kesalahan,” tutur Richie.
Pelajaran Berharga Menjelang Babak Tiga Puluh Dua BesarDua pertandingan ketat tersebut dinilai Richie sebagai modal berharga untuk mengasah kematangan mental bertanding. Ia menyadari evaluasi menyeluruh masih harus dilakukan guna menghadapi tekanan pada fase krusial berikutnya.
Tantangan berikutnya sudah menanti Richie pada babak 32 besar saat dirinya dijadwalkan bersua wakil Taiwan, Wang Po-Wei. Richie mengantongi keunggulan rekor pertemuan 1-0 setelah memenangi duel sebelumnya di babak 64 besar Singapore International Challenge 2026.





