JAKARTA — Perum Bulog memastikan mutu 4,6 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) tetap terjaga menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Pengawasan diperketat melalui pengelolaan gudang, pemeriksaan kualitas beras, serta pengendalian kondisi penyimpanan di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan besarnya cadangan beras harus diimbangi pengelolaan yang disiplin. Kualitas beras menjadi perhatian utama agar stok pemerintah tetap layak disalurkan kepada masyarakat.
Baca Juga
Yusril: Kita tidak Tahu untuk Apa Penyadapan Dilakukan, Itu Bukan Masalah Sederhana
Delapan Vendor Corporate Gift Tawarkan Ragam Produk untuk Kebutuhan Perusahaan
Yusril Sebut Presiden Prabowo Sudah Tahu Dugaan Penyadapan Berkat Laporan Kapolri
"Bulog memastikan stok beras sebanyak 4,6 juta ton yang tersimpan di jaringan gudang di seluruh Indonesia terjaga mutunya menjelang akhir tahun," kata Rizal di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Menurut Rizal, cadangan tersebut tersimpan dalam jaringan pergudangan dengan kapasitas total sekitar 6,7 juta ton. Tingkat keterisian gudang mendekati 70 persen, sehingga masih tersedia ruang penyimpanan sekitar dua juta ton.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kapasitas tersebut terdiri atas gudang operasional sebesar 3,2 juta ton serta gudang sewa dan filial sebanyak 3,5 juta ton. Ketersediaan ruang penyimpanan memberi kesempatan bagi Bulog untuk terus menyerap hasil panen petani.
"Stok yang besar tidak berarti apa-apa jika mutunya tidak terjaga. Di balik setiap karung beras ada jerih payah petani dan amanah masyarakat. Karena itu setiap tahapan, dari penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran, harus dijalankan dengan disiplin, jujur dan penuh tanggung jawab," tegas Rizal.
Untuk menjaga kualitas CBP, petugas Bulog menjalankan pemeriksaan fisik beras secara berkala. Pengawasan dilakukan untuk mengetahui perubahan kondisi beras selama penyimpanan, termasuk potensi gangguan hama dan kelembapan.
Bulog juga melakukan pengawasan kebersihan dan kondisi lingkungan gudang. Pengendalian administrasi persediaan menjadi bagian penting untuk memastikan data jumlah, kondisi, serta pergerakan stok tercatat secara akurat.
Petugas pergudangan turut menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan perubahan kondisi lingkungan. Pengawasan diperlukan untuk mencegah penurunan kualitas beras, terutama pada stok yang disimpan dalam jangka waktu panjang.
"Setiap karung yang diperiksa, setiap gudang yang dijaga, dan setiap penyaluran yang dilaksanakan adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Kepercayaan masyarakat harus kita buktikan melalui kerja nyata setiap hari," ujar Rizal.
Menurutnya, pengelolaan mutu menjadi bagian dari kesiapan Bulog menjalankan penugasan pemerintah. Cadangan beras digunakan untuk stabilisasi pasokan dan harga, bantuan pangan, serta kebutuhan darurat ketika terjadi bencana.
Cadangan Beras Pemerintah Capai 4,56 Juta Ton
Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan gambaran lebih terperinci mengenai posisi persediaan beras. Berdasarkan laporan manajerial Perum Bulog per 29 Oktober 2026, total stok beras tercatat sebanyak 4.585.074 ton. Jumlah tersebut terdiri atas cadangan beras pemerintah sebesar 4.560.508 ton dan stok komersial sebanyak 24.565 ton.
Besarnya cadangan tersebut menjadi modal pemerintah untuk melanjutkan berbagai program pangan. Bapanas melaporkan realisasi penyaluran CBP sejak Januari hingga 28 Oktober 2026 telah mencapai 2,88 juta ton. Penyaluran berlangsung melalui sejumlah program, termasuk stabilisasi harga, bantuan pangan, dan penanganan keadaan darurat.