Saat ini, pendidikan menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Berbagai perubahan terjadi, mulai dari dunia kerja, dunia industri, perkembangan teknologi, hingga tuntutan mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang relevan.
"Kami percaya bahwa kolaborasi antara universitas, industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci untuk mendorong kemajuan pendidikan tinggi," kata President of BINUS Higher Education & Professional Services, Stephen Wahyudi Santoso, dalam konferensi pers di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali, Selasa, 3 November 2026.
Dia menuturkan selama 45 tahun, BINUS University berkomitmen mengembangkan pendidikan melalui inovasi pembelajaran, pengembangan talenta, dan kolaborasi dengan dunia industri dan masyarakat. BINUS berupaya mempersiapkan mahasiswa dan lulusannya mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan di tengah-tengah masyarakat di dunia industri.
Hal ini dilakukan melalui pengembangan kurikulum dan pemanfaat teknologi termasuk AI yang sedang sangat berkembang belakangan ini. Forum ini diharapkan dapat mendorong pertukaran pengetahuan, best practices, memperkuat kolaborasi antar negara, antar institusi, serta bersama-sama mengeksplorasi solusi-solusi bagi tantangan pendidikan tinggi di masa sekarang maupun masa depan.
Sejalan dengan tema event ini, Advancing Education for Purpose and Impact, pihaknya berharap diskusi dapat mendorong pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan memberi dampak, berdampak pada masyarakat.
"Kami berharap bahwa melalui event ini menjadi kesempatan, jadi ruang-ruang diskusi yang produktif, membuka kemitraan baru, dan memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi di kawasan Asia Pasifik," harap dia.
President of BINUS Higher Education & Professional Services, Stephen Wahyudi Santoso. Medcom.id/Renatha Swasty
Baca Juga :
QS Higher Ed Summit 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Pendidikan Berdampak di Asia PasifikRektor BINUS University, Nelly, menuturkan pertemuan puncak ini membuka peluang dan jalan bagi pendidikan tinggi di Indonesia, bukan hanya BINUS University sebagai host. Perguruan tinggi dapat saling belajar dan berdiskusi tentang cara menyiapkan talenta.
"Sebab, Indonesia dan kawasan ASEAN memiliki potensi yang sangat besar. Acara ini sangat bermanfaat bagi kita semua, termasuk para pimpinan perguruan tinggi, untuk membahas bagaimana kita dapat berkolaborasi mengembangkan talenta, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia-Pasifik," tutur Nelly.
Tahun ini, merupakan tahun istimewa bagi BINUS karena telah mengabdi di dunia pendidikan selama 45 tahun. Pihaknya tetap berkomitmen dan konsisten mencari inovasi, khususnya inovasi pembelajaran, serta cara mengembangkan talenta di tengah berbagai tantangan.
QS Higher Education Summit: Asia Pasific 2026 juga menjadi cara untuk terus menyesuaikan peran BINUS University. Selain menyiapkan talenta, pihaknya juga menjalin kolaborasi di bidang riset untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Chief Executive Officer QS Quacquarelli Symonds, Jessica Turner, menyebut edisi ke-22 yang mempertemukan lebih dari 1.500 pemimpin universitas dari kawasan Asia-Pasifik, juga Eropa, Timur Tengah, Amerika Utara, dan Australia ini berlangsung pada saat pendidikan tinggi mengalami tekanan di seluruh dunia. Universitas dituntut membekali mahasiswa dengan keterampilan yang berubah dengan cepat.
Pada saat yang sama, banyak anak muda di seluruh dunia mempertanyakan masa depan mereka. Pengangguran kaum muda meningkat.
Universitas benar-benar perlu membuktikan nilai yang mereka miliki. Universitas juga menjadi alasan menyelesaikan berbagai persoalan yang lebih luas.
Forum seperti QS Higher Education Summit untuk kawasan Asia-Pasifik dapat membantu berbagi praktik terbaik dan menemukan mitra yang benar-benar berkomitmen. Berbagai pihak dapat berkolaborasi dan mencari jawaban atas berbagai persoalan masyarakat yang sangat mendesak.
"Kini, menurut saya, peluangnya terletak pada kemitraan yang setara dan benar-benar bermanfaat bagi universitas di seluruh kawasan dan dunia," ujar dia.
Kemitraan memungkinkan berbagi pengetahuan dan pembelajaran serta membantu mempercepat pemahaman tentang cara membekali anak muda menghadapi masa depan yang sangat berbeda dan berubah cepat, serta menjalani transisi itu secepat mungkin.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Hadapi Tantangan Pendidikan Tinggi, BINUS Dorong Kolaborasi di QS Higher Ed Summit 2026 Klik untuk baca: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/MkM5pRpk-hadapi-tantangan-pendidikan-tinggi-binus-dorong-kolaborasi-di-qs-higher-ed-summit-2026
(REN)





