Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Rusia mengungkapkan bahwa sedikitnya lebih dari 9.000 warga sipil di negaranya meninggal dunia. Ribuan orang tewas akibat serangan militer Ukraina sejak konflik kedua negara pecah pada Februari 2022.
Dilansir tvOnenews.com dari Sputnik, Selasa (3/11/2026), selain korban jiwa, sekitar 27.000 warga sipil Rusia juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat perang dengan Ukraina pecah sejak beberapa tahun lalu.
Informasi penyebab perang dengan Ukraina terhadap warga sipilnya disampaikan oleh Duta Besar untuk Urusan Khusus Kementerian Luar Negeri Rusia, Rodion Miroshnik, dalam konferensi pers pada Selasa.
"Sejak Februari 2022, jumlah warga sipil yang menjadi korban serangan pasukan Ukraina mendekati 37.000 orang, termasuk 9.213 korban tewas," ujar Miroshnik.
Lebih lanjut, ia juga memaparkan jumlah korban selama periode Juli hingga September. Dalam kurun waktu tiga bulan tersebut, serangan pasukan Ukraina dilaporkan menewaskan 631 warga sipil Rusia.
Tambah Miroshnik, serangan militer Ukraina juga menyebabkan lebih dari 4.300 orang mengalami luka-luka.
Dari total korban tersebut, sebanyak 42 anak dilaporkan meninggal dunia, sementara 223 anak lainnya mengalami cedera.
Miroshnik menambahkan, pasukan Ukraina telah meluncurkan sekitar 102.000 amunisi yang menyasar berbagai fasilitas sipil di wilayah Rusia sepanjang Juli-September.
Serangan juga dilaporkan menyasar kendaraan transportasi umum. Sedikitnya 117 serangan terhadap bus sipil tercatat dalam periode tersebut dan mengakibatkan 34 warga Rusia kehilangan nyawa.
Menurut Miroshnik, meningkatnya ancaman terhadap transportasi umum membuat sejumlah pemerintah daerah di kawasan garis depan terpaksa menghentikan operasional bus reguler.
Kebijakan itu berlaku untuk perjalanan dalam kota maupun layanan yang menghubungkan sejumlah permukiman.
Tidak hanya fasilitas umum, pusat logistik Wildberries, salah satu platform perdagangan elektronik Rusia, turut menjadi sasaran. Miroshnik menyebut fasilitas tersebut mengalami sedikitnya 28 serangan selama Juli hingga September.
(hap)




