Ada momen tidak biasa dari Pengajian Rutin Ahad Pahing PCNU Konawe Selatan, Sulawesi Utara (Sultra). Seorang pendakwah bernama Gus Faruq menjalani prosesi dikafani hingga dikubur dalam liang lahat selama sekitar 1,5 jam sambil menyampaikan ceramah.
"Iya benar beliau melakukan ceramah di dalam kubur selama 1,5 jam," kata salah satu Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Konsel Yazidurrozaq dilansir detikSulsel, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan itu berlangsung di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, pada Minggu (1/11). Yazid mengaku turut ikut menghadiri ceramah yang unik tersebut.
Dia menjelaskan, sebelum menyampaikan ceramah, pendakwah tersebut terlebih dahulu dipakaikan kain kafan. Pendakwah kemudian dimasukkan ke dalam liang lahat dan menjalani prosesi menyerupai pemakaman jenazah.
Menurut Yazid, liang lahat kemudian ditutup menggunakan papan dan ditimbun tanah. Bahkan, di atasnya dibuat gundukan tanah serta dipasangi nisan sebagaimana makam pada umumnya. Yazid juga menyebut tidak terdapat lubang udara pada liang lahat tersebut, hanya kabel mikrofon yang menjulur keluar untuk mendukung penyampaian ceramah dari dalam kubur.
"Bahkan ada gundukan tanahnya dan ada nisannya juga. Bisa dipastikan tidak ada lubang udara, hanya kabel mikrofon saja yang keluar," tuturnya.
Ia mengatakan pendakwah tersebut menyampaikan ceramah sejak prosesi mengenakan kain kafan, dimasukkan ke liang lahat, hingga digali kembali. Seluruh rangkaian tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam.
Baca selengkapnya di sini
(ygs/ygs)





