Jakarta: Salat duha merupakan salah satu salat sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Salat ini dapat dikerjakan minimal dua rakaat dan memiliki sejumlah keutamaan bagi umat Islam yang menjalankannya. Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Salat Duha? Salat duha dilaksanakan setelah matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur. Namun, masih banyak umat Islam yang mempertanyakan pukul berapa waktu yang tepat untuk melaksanakan salat sunah ini.
Mengutip penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), salat duha baru boleh dilakukan ketika posisi matahari telah naik sekitar satu tombak atau setinggi pandangan mata. Waktu tersebut umumnya diperkirakan sekitar pukul 06.30 atau 07.00 WIB. Sementara itu, waktu yang lebih utama untuk melaksanakan salat duha adalah ketika matahari sudah terasa panas, yakni sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Keutamaan Salat Duha Selain memiliki waktu pelaksanaan yang dianjurkan, salat duha juga mempunyai sejumlah keutamaan. Berikut penjelasannya.
1. Setara dengan Sedekah untuk 360 Persendian Tubuh
Salah satu keutamaan salat duha adalah dapat mencukupi kewajiban bersedekah untuk 360 persendian tubuh setiap pagi. Hal ini dijelaskan dalam hadis dari Abu Dzar RA. Rasulullah SAW bersabda:
"Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar makruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan salat duha sebanyak dua rakaat." (HR. Muslim No. 720)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa salat duha sebanyak dua rakaat dapat menjadi pengganti sedekah untuk seluruh persendian tubuh. Dengan demikian, umat Islam memiliki kesempatan untuk memperoleh pahala melalui ibadah yang sederhana.
Baca Juga :
Doa Setelah Salat Duha untuk Memohon Kelapangan RezekiIlustrasi freepik
Keutamaan berikutnya adalah Allah SWT akan mencukupkan kebutuhan hamba-Nya yang mengerjakan salat duha sebanyak empat rakaat pada awal siang. Hal ini sebagaimana hadis dari Nu'aim bin Hammar Al-Ghothofaniy. Rasulullah SAW bersabda:
"Wahai anak Adam, rukuklah (salatlah) karena Aku pada awal siang (salat duha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari." (HR. Tirmidzi)
Hadis tersebut menjadi salah satu landasan anjuran melaksanakan salat duha. Ibadah ini menjadi bentuk ikhtiar seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon kecukupan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
3. Mendapat Pahala Setara Haji dan Umrah yang Sempurna
Keutamaan lainnya berkaitan dengan pahala yang setara dengan ibadah haji dan umrah secara sempurna. Keutamaan ini disebutkan dalam hadis mengenai rangkaian ibadah setelah salat subuh. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang melaksanakan salat subuh secara berjamaah lalu ia duduk sambil berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan salat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umrah."
Beliau pun bersabda, "Pahala yang sempurna, sempurna, dan sempurna." (HR. Tirmidzi No. 586; dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani)
Hadis tersebut menjelaskan keutamaan bagi seseorang yang melaksanakan salat subuh berjamaah, kemudian berzikir hingga matahari terbit dan melanjutkannya dengan salat dua rakaat.
Amalan ini dikenal sebagai salat isyraq, yang waktunya berdekatan dengan awal waktu salat duha. Hadis tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk mengisi waktu pagi dengan ibadah dan zikir kepada Allah SWT.
Dengan mengetahui waktu pelaksanaan dan keutamaannya, umat Islam diharapkan semakin termotivasi untuk mengerjakan salat duha secara rutin sesuai kemampuan.
(Reswara Vittorio)




