BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi di 17 Wilayah Rabu 4 November, Ini Daftarnya

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi awan cumulonimbus, petir (Sumber: Envato/Mint_Images)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Awan cumulonimbus berpotensi muncul di 17 wilayah Indonesia pada Rabu (4/11/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi awan hujan tersebut karena dapat menjadi perhatian dalam aktivitas transportasi udara.

Sebaran wilayah yang masuk pemantauan BMKG mencakup kawasan Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Selain daratan, potensi pertumbuhan awan cumulonimbus juga terdeteksi di sejumlah perairan, termasuk Samudra Hindia, Laut Natuna Utara, dan Selat Karimata.

Dalam prakiraan cuaca hari ini, BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Pulau Biak. Sistem tersebut membentuk perlambatan dan pertemuan angin yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di Laut Filipina dan sekitar pusat sirkulasi.

Baca Juga: Sedia Payung! BMKG Sebut 22 Kota Berpotensi Hujan Hari Ini Rabu 4 November

Prakirawan BMKG Ranika mengingatkan pengguna transportasi udara agar memperhatikan potensi awan hujan tersebut.

"Waspadai awan hujan atau kumulonimbus," kata Ranika.

Ranika juga meminta masyarakat mengikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan. Berikut daftar 17 wilayah yang masuk dalam pemantauan BMKG.

Daftar 17 Wilayah Berpotensi Awan Cumulonimbus

Wilayah daratan

  1. Aceh
  2. Sumatera Utara
  3. Sumatera Barat
  4. Riau
  5. Jambi
  6. Sumatera Selatan
  7. Kalimantan Barat
  8. Kalimantan Tengah
  9. Papua
  10. Papua Barat
  11. Papua Tengah
  12. Papua Pegunungan

Baca Juga: 9 Wilayah Masih Berpotensi Awas Kekeringan Awal November 2026, Ini Peringatan Dini BMKG

Wilayah perairan

  1. Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
  2. Samudra Hindia barat Bengkulu
  3. Laut Natuna Utara
  4. Selat Karimata bagian utara
  5. Selat Karimata bagian tengah
Sirkulasi Siklonik di Utara Pulau Biak

Selain pemetaan awan cumulonimbus, BMKG memantau sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudra Pasifik utara Pulau Biak.

Keberadaan sistem tersebut membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di Laut Filipina serta sekitar pusat sirkulasi.

Baca Juga: Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi Awal November 2026, BMKG: Waspadai Hujan Lebat

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem selama masa peralihan musim. Informasi cuaca terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada

Sumber : bmkg.go.id

Tag
  • bmkg
  • awan cumulonimbus
  • prakiraan cuaca 4 November 2026
  • awan hujan
  • cuaca ekstrem
  • keselamatan penerbangan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Undangan Partisipasi Market Sounding Slot Reservation Agreement (SRA) Untuk Gas Engine dan Gas Turbine
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sempat Tertunda, KJP dan KJMU Jakarta Mulai Cair 3 November, Ini Rincian Penerimanya
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Nomor Telepon Presiden Prabowo: Inisial LSP, ASN, dan EH
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Pelaku Penembakan Gereja Yordania Didakwa Terorisme, Terancam Hukuman Mati
• 10 jam laludetik.com
thumb
3 Ciri Kepribadian Orang yang Tidur Setelah Waktu Isya
• 12 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.