Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengaku tidak pernah memiliki telepon seluler atau handphone (HP) untuk berkomunikasi. Alasannya, dia khawatir menjadi sasaran penyadapan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pengakuan tersebut kembali relevan di tengah terungkapnya dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dalam kasus ini, tiga orang disebut telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Eko Hadi. Dugaan penyadapan terhadap Prabowo disebut berlangsung sejak 2025 hingga 2026.
Advertisement
Cerita Megawati mengenai penyadapan itu pernah disampaikan saat membuka sekolah calon anggota legislatif tingkat DPR di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (15/11/2018).
"Saya manusia di Indonesia yang paling sering disadap. Ngapain capek-capek bawa hape," kata Mega.
Ketua Umum PDIP itu mengaku heran mengapa ponselnya kerap disadap. Dia bahkan berkelakar bahwa dirinya mirip dengan James Bond, tokoh fiksi yang dikenal sebagai agen 007.
"Keren toh. Kayak James Bond aja. Enggak percaya? Tanya sana dah, sama yang tukang-tukang sadap," ujar Megawati.
Sambil berkelakar, Megawati mengatakan kerap meminjam handphone pembantunya untuk menghubungi seseorang. Cara itu dilakukan agar percakapannya tidak mudah diketahui pihak lain.
"Ini buat apa? Dia jawab 'ini buat gratis jam segini, yang ini gratis jam segini,' ya sudah kalau saya butuh telepon saya tanya ini jam berapa, mana hape mu saya mau telepon. Tidak mungkin juga disadap walau sekarang sudah canggih penyadapan," ujar Megawati.
Megawati juga mengaku pernah menghubungi langsung pihak yang diduga menyadap ponselnya ketika mulai merasa jengkel. Namun, pihak tersebut kerap tidak memberikan jawaban saat ditelepon.
"Kalau saya sudah mulai jengkel, saya ambil telepon, 'halo, halo, sudah mulai sadapnya?'. Masa sama ibu saja kalah, kalau sudah didengar tuh saya justru kasihan," kata Megawati.
Sindir Johan Budi saat Masih Bertugas di KPKDi hadapan politikus PDIP, Megawati juga sempat menyebut nama Johan Budi, mantan juru bicara kepresidenan. Dengan santai, dia mengatakan kantor tempat Johan Budi pernah bertugas termasuk salah satu pihak yang menyadap dirinya.
"Kalau saya gini saja ngomong sudah disadap yang di sana. Tapi biarin aja, deh," ujar Megawati.
"Itu, tempatnya Pak Johan Budi itu juga ikut nyadap," ujar Megawati menambahkan, disambut gelak tawa peserta yang hadir.




