Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah langkah untuk mengubah Kampung Boncos menjadi Kampung Bersinar (Bersih Narkoba). Upaya tersebut tidak hanya menyasar pemberantasan peredaran narkoba, tetapi juga penataan lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat.
Wakapolda Metro Jaya, Irjen Pol Adex Sudiswan mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Metro Jaya dalam menjalankan program prioritas Kapolri, khususnya terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) serta pelayanan publik.
Menurut Adex, pembenahan Kampung Boncos akan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga instansi terkait seperti PLN dan PDAM.
"Ini komprehensif untuk memastikan bahwa kampung ini nanti Insyaallah tidak ada lagi hal yang seperti itu. Penataan lingkungan, peningkatan SDM, memastikan bahwa mereka mempunyai pekerjaan yang layak," kata Adex saat ditemui dalam kegiatan Kampung Bersinar di Kampung Boncos, Palmerah Jakarta Barat, Rabu (4/11).
Adex menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi persoalan dan kebutuhan masyarakat. Pendataan tersebut dilakukan langsung dengan mendatangi rumah warga atau door-to-door.
Petugas akan mendata jumlah anggota keluarga yang sudah bekerja maupun belum bekerja. Selain itu, polisi juga akan mengidentifikasi kemampuan dan kompetensi warga untuk menentukan jenis pelatihan yang dibutuhkan.
"Kalau mereka misalnya butuh pekerjaan, kita identifikasi satu rumah itu berapa orang yang sudah kerja, berapa orang yang belum. Mereka sudah mempunyai kemampuan atau kompetensi tidak. Kalau belum, kita undang nanti dari BLK untuk sama-sama melatihkan mereka," ujar Adex.
Pendataan juga menyasar potensi pemberdayaan perempuan. Adex mengatakan, pihaknya akan mengidentifikasi keterampilan yang dimiliki para ibu rumah tangga, termasuk kemampuan memasak dan menjahit.
Hasil keterampilan tersebut nantinya akan difasilitasi agar dapat dipasarkan. Salah satu upayanya dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah, termasuk kemungkinan menampung produk makanan warga untuk kebutuhan kegiatan kepolisian.
"Kita koordinasi dengan pemerintah daerah untuk bisa nanti kalau di kita memastikan kalau misalnya ibu-ibu nanti mempunyai kemampuan memasak, produknya akan kita tampung untuk kita pakai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk rapat dan lain-lain," jelasnya.
Selain pemberdayaan ekonomi, Polda Metro Jaya juga akan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terkait fasilitas umum dan penataan lingkungan. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain penerangan jalan, saluran air, hingga ketersediaan tempat sampah.
Adex menegaskan, pembenahan infrastruktur akan disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat berdasarkan hasil pendataan di lapangan.
"Percuma kita memberikan yang tidak dibutuhkan sama masyarakat, ya. Lebih baik kita akomodir semua kebutuhannya berdasarkan apa yang mereka harapkan dan inginkan," tuturnya.
Libatkan Seluruh Stakeholder hingga Kaji One Gate System
Setelah pemetaan kebutuhan masyarakat dilakukan, Kapolda Metro Jaya berencana mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk membahas penyelesaian berbagai persoalan di Kampung Boncos. Pertemuan tersebut juga akan melibatkan stakeholder yang memiliki kewenangan dalam menangani kebutuhan masyarakat.
Adapun, pihak yang akan dilibatkan antara lain gubernur, wali kota, Pangdam, Dandim, Kapolda, Kapolres, Kapolsek, PLN, PDAM, hingga Dinas Perhubungan.
"Nah, nanti setelah itu kita akan ajak semua pihak nanti teman-teman bisa meliput. Bisa meliput bagaimana proses untuk nanti problem solving-nya, pemecahan masalahnya. Next, kan kita sudah melakukan pemetaan di dua tempat, baik itu di Kampung Ambon maupun di Boncos," kata Adex.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga mengkaji kemungkinan penerapan sistem satu pintu atau one gate system di Kampung Boncos. Skema tersebut dimaksudkan untuk mengawasi akses keluar-masuk lingkungan sekaligus mencegah kawasan itu kembali menjadi tujuan masyarakat yang hendak mencari narkoba.
Adex mengatakan, Kampung Boncos dan Kampung Ambon memiliki histori sebagai lokasi yang dikenal masyarakat sebagai tempat transaksi narkoba. Kondisi tersebut berpotensi membuat orang dari luar wilayah tetap mendatangi kawasan itu untuk mencari barang terlarang.
"Jangan trademark itu semua orang yang butuh datang ke sini. Nah nanti, kita buat dengan one gate system itu, akan kita lakukan upaya yang datang ke sini kalau nggak ada kebutuhan apa-apa kita cek urine," ungkapnya.
Meski demikian, Adex menegaskan penerapan one gate system masih harus mempertimbangkan persetujuan masyarakat setempat. Menurutnya, pemerintah dan kepolisian membutuhkan legitimasi warga sebelum melakukan rekayasa penataan lingkungan tersebut.
"Cuma kita harus pastiin warga ini setuju nggak dengan sistem one gate system? Itu. Ya. Kalau nggak setuju, ya kita nggak bisa apa-apa. Makanya itu kita butuh legitimasi dari masyarakat untuk nanti bersama pemerintah daerah kita melakukan rekayasa terkait dengan penataan lingkungan," jelas Adex.
Adex menegaskan, program Kampung Bersinar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Polda Metro Jaya akan memantau pelaksanaan kebijakan yang dihasilkan dari pertemuan bersama seluruh stakeholder.
Evaluasi juga akan dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang telah dipetakan benar-benar ditindaklanjuti. Adex bahkan menyebut perkembangan program akan kembali diperiksa setelah tiga bulan.
"Dan setelah rapat, apa yang menjadi kebijakan itu, kita akan ukur lagi. Dilakukan nggak? Ya. Dilakukan nggak ini nanti dari keputusan itu dilakukan? Kalau nggak dilakukan, nah nanti kita evaluasi lagi," ujarnya.
"Berikutnya akan kita hadirkan lagi semua pejabat dalam satu forum. Jadi komprehensif. Kehadiran negara itu bukan seremonial dalam kegiatan konteks ini. Ya, kita akan terus berlanjut," tambahnya.
Adex mengatakan, program tersebut diharapkan dapat mengubah Kampung Boncos menjadi Kampung Bersinar atau lingkungan yang bersih dari narkoba. Upaya itu juga dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dan harapan warga.
"Kita konteksnya Pak Kapolri menginginkan bahwa ini diubah menjadi Kampung Bersinar, Kampung Bersih Narkoba," kata Adex.
Ia menegaskan, program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya menghadirkan pemerintah secara nyata untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.
"Ini bukan hanya seremonial, tapi Pak Kapolda, Pak Kapolri, dan Pak Presiden memastikan kehadiran pemerintah itu wujudnya nyata, problem solving-nya nyata, kebutuhan dan harapannya itu diagung-agungkan untuk dipenuhin," tutupnya.





